Catat, Ini Dia Produk Baru yang Baru Diluncurkan Bank Bantul

Bupati Bantul Suharsono memukul gong dalam peluncuran tiga produk baru Bank Bantul di aula bank tersebut, Rabu (14/8/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
14 Agustus 2019 21:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—PT BPR Bank Bantul kembali meluncurkan tiga produk baru bagi nasabahnya, khususnya aparatur sipil negara (ASN) yang mendekati usia pensiun.

Ketiga produk tersebut dua di antaranya adalah pinjaman, yakni Kredit Paseban Ramen atau pinjaman ringan serbaguna untuk rencana sebelum pensiun dan Kredit Paseban Mapan atau pinjaman ringan serbaguna untuk menikmati masa pensiun. Sementara satu lagi adalah tabungan, yakni Tabungan Tamansari Sempurna atau tabungan aman sarana impian sejahtera setelah purna.

Produk baru tersebut secara resmi diluncurkan oleh Bupati Bantul Sharsono dengan ditandai pemukulan gong dalam acara Gathering Bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pemerintahan Desa di Aula Bank Bantul, Rabu (14/8/2019). “Penerimaan pensiun ASN sudah bisa di Bank Bantul. Tidak perlu antre lama. Bank Bantul memiliki 17 kantor kas di seiap kecamatan dan satu kantor kas di RSUD Panembahan Senopati Bantul,” kata, Direktur Utama PT BPR Bank Bantul Aristini Sriyatun.

Aristini mengatakan antara Bank Bantul dan intansi Pemkab Bantul selama ini sudah ada kerja sama baik dalam pemberian kredit maupun penghimpunan dana. “Harapannya ke depan akan lebih ditingkatkan lagi dengan produk-produk yang kami tawarkan,” ujar Aristini.

Kredit Paseban Remen merupakan pinjaman ringan bagi ASN aktif maksimal tiga tahun sebelum pensiunan dan setiap nasabah maksimal dapat mengajukan dua pinjaman dengan bunga rendah yakni 0,47%. Jangka waktu kredit tersebut selama 15 tahun dengan plafon kredit maksimal Rp300 juta. “Sedangkan Kredit Paseban Mapan lebih diperuntukkan bagi nasabah ASN sudah pensiun.” kata dia.

Secara keseluruhan, dia melaporkan bahwa total nilai aset Bank Bantul saat ini mencapai Rp437,2 miliar; laba Rp4,8 miliar; setoran ke pendapatan asli daerah (PAD) Rp3,8 miliar; modal Rp77 miliar; kredit non-UMKM Rp279 miliar; kredit UMKM Rp117 miliar; simpanan tabungan Rp148,8 miliar; dan deposito sebesar Rp182,1 miliar.

Bupati Bantul Suharsono mengapresiasi sejumlah inovasi yang dilakukan Bank Bantul sehingga peran dan citra Bank Bantul dapat lebih ditingkatkan sesuai dengan fungsi dan peranannya dalam menggerakan roda perekonomian daerah. Dia mengatakan Bank Bantul merupakan bank yang mengemban misi pembangunan yang muara akhirnya adalah untuk kesejahteraan rakyat.

Suharsono juga mewanti-wanti kepada pimpinan OPD, kepala desa, dan bendahara gaji dalam memberikan rekomendasi kredit. "Jangan hanya memberikan rekomendasi kredit namun harus ikut membina dan memberi pemahaman dalam penyelesaian kredit agar tidak bermasalah," kata dia.