Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Bupati Bantul Suharsono memukul gong dalam peluncuran tiga produk baru Bank Bantul di aula bank tersebut, Rabu (14/8/2019)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—PT BPR Bank Bantul kembali meluncurkan tiga produk baru bagi nasabahnya, khususnya aparatur sipil negara (ASN) yang mendekati usia pensiun.
Ketiga produk tersebut dua di antaranya adalah pinjaman, yakni Kredit Paseban Ramen atau pinjaman ringan serbaguna untuk rencana sebelum pensiun dan Kredit Paseban Mapan atau pinjaman ringan serbaguna untuk menikmati masa pensiun. Sementara satu lagi adalah tabungan, yakni Tabungan Tamansari Sempurna atau tabungan aman sarana impian sejahtera setelah purna.
Produk baru tersebut secara resmi diluncurkan oleh Bupati Bantul Sharsono dengan ditandai pemukulan gong dalam acara Gathering Bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pemerintahan Desa di Aula Bank Bantul, Rabu (14/8/2019). “Penerimaan pensiun ASN sudah bisa di Bank Bantul. Tidak perlu antre lama. Bank Bantul memiliki 17 kantor kas di seiap kecamatan dan satu kantor kas di RSUD Panembahan Senopati Bantul,” kata, Direktur Utama PT BPR Bank Bantul Aristini Sriyatun.
Aristini mengatakan antara Bank Bantul dan intansi Pemkab Bantul selama ini sudah ada kerja sama baik dalam pemberian kredit maupun penghimpunan dana. “Harapannya ke depan akan lebih ditingkatkan lagi dengan produk-produk yang kami tawarkan,” ujar Aristini.
Kredit Paseban Remen merupakan pinjaman ringan bagi ASN aktif maksimal tiga tahun sebelum pensiunan dan setiap nasabah maksimal dapat mengajukan dua pinjaman dengan bunga rendah yakni 0,47%. Jangka waktu kredit tersebut selama 15 tahun dengan plafon kredit maksimal Rp300 juta. “Sedangkan Kredit Paseban Mapan lebih diperuntukkan bagi nasabah ASN sudah pensiun.” kata dia.
Secara keseluruhan, dia melaporkan bahwa total nilai aset Bank Bantul saat ini mencapai Rp437,2 miliar; laba Rp4,8 miliar; setoran ke pendapatan asli daerah (PAD) Rp3,8 miliar; modal Rp77 miliar; kredit non-UMKM Rp279 miliar; kredit UMKM Rp117 miliar; simpanan tabungan Rp148,8 miliar; dan deposito sebesar Rp182,1 miliar.
Bupati Bantul Suharsono mengapresiasi sejumlah inovasi yang dilakukan Bank Bantul sehingga peran dan citra Bank Bantul dapat lebih ditingkatkan sesuai dengan fungsi dan peranannya dalam menggerakan roda perekonomian daerah. Dia mengatakan Bank Bantul merupakan bank yang mengemban misi pembangunan yang muara akhirnya adalah untuk kesejahteraan rakyat.
Suharsono juga mewanti-wanti kepada pimpinan OPD, kepala desa, dan bendahara gaji dalam memberikan rekomendasi kredit. "Jangan hanya memberikan rekomendasi kredit namun harus ikut membina dan memberi pemahaman dalam penyelesaian kredit agar tidak bermasalah," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.