Mahasiswa Harus Imbangi Inovasi dengan Akhlak Terpuji

Mahasiswa baru saat mengikuti Kuliah Perdana Mahasiswa Baru UII, Program Sarjana dan Diploma Tahun Akademik 2019/2020, di Auditorium Prof. KH. Abdulkahar Muzakkir, Selasa (13/8/2019). - Harian Jogja/Uli Febriarni.
14 Agustus 2019 08:17 WIB Uli Febriarni Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Mahasiswa harus menjadi sosok yang mampu berinovasi tanpa melupakan akhlak, agar dapat menghadapi perkembangan zaman. Hal itu disampaikan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid, saat memberikan pidato dalam Kuliah Perdana Mahasiswa Baru UII, Program Sarjana dan Diploma Tahun Akademik 2019/2020, di Auditorium Prof. KH. Abdulkahar Muzakkir, Selasa (13/8/2019).

"Anda [mahasiswa] harus menjadi pembelajar cepat. Karena apa yang cukup di masa kini, belum tentu cukup untuk masa depan," ujarnya, di hadapan ribuan mahasiswa baru yang hadir.

Masa depan bukanlah untuk orang yang berpikiran sempit dan lokal. Maka, berpikirlah global. Meski demikian, ada yang mengikat antara masa lalu kini sekarang, lanjut Fathul. "Pengikat itu adalah akhlak dan ketinggian budi. Mulai sekarang, jadilah orang lebih baik," katanya.

Di kesempatan sama, Fathul juga menyebut, setelah menjadi mahasiswa, maka peserta Kuliah Perdana UII bukan lagi anak yang manja dengan orang tua. Melainkan dituntut lebih mandiri dan bertanggungjawab.

Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset UII, Imam Djati Widodo mengungkapkan, ada sebanyak 5.791 mahasiswa baru yang diterima di UII, setelah berkompetisi di antara 24.173 pendaftar yang tercatat pada tahun ini.

Angka tersebut menunjukkan tingginya minat para pelajar untuk menempuh pendidikan di UII. Selain itu, menggambarkan seleksi mahasiswa baru di UII yang sangat kompetitif. Ketatnya proses seleksi itu, menjadi tolok ukur bahwa kualitas pembelajaran di UII terus meningkat tiap tahunnya.

Selain lewat jalur seleksi, ada 54 mahasiswa Hafiz Alquran yang diterima menjadi mahasiswa UII. Sebagian dari mereka, mendapatkan beasiswa pendidikan. "Diharapkan dengan kehadiran para hafiz, suasana keislaman di UII semakin semarak. Serta tumbuh generasi muda yang cinta Alquran," kata dia.

Pada tahun ini, UII juga telah memberikan beasiswa duafa berupa pembebasan biaya studi dan Dana Catur Darma kepada 39 mahasiswa. Sementara itu, ada sebanyak 27 mahasiswa asing yang terdaftar sebagai mahasiswa baru UII. Berasal dari Thailand, Pakistan, Mesir, Yaman, Somalia, Afganistan.

Imam menjelaskan, UII bukan sekadar tempat kuliah, lebih dari itu, kampus ini adalah kawah candradimuka untuk memupuk semangat kebangsaan dan kebhinekaan.

Pidato perwakilan orang tua mahasiswa baru disampaikan oleh Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto selaku orang tua mahasiswa baru dari Fakultas Kedokteran UII. Sedangkan materi Kuliah Perdana dituturkan oleh Senior Producer dan News Anchor Net TV, yang juga alumni Fakultas Hukum UII, Tommy Ristanto.