Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
GKR Hemas saat berkunjung ke kebun milik KWT Marsudi Mulyo yang mengembangkan program KRPL di area pekarangan rumah di Dusun Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Rabu (14/8/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Anggota DPD RI dari Dapil DIY, GKR Hemas, melakukan kunjungan kerja ke Gunungkidul, Rabu (14/8/2019). Dalam kunjungannya, Permaisuri Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini berkesempatan meninjau program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang dikembangkan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Marsudi Mulyo di Dusun Wukirsari, Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari.
“Program ini sangat bagus karena memanfaatkan lahan di area pekarangan untuk berbagai tanaman mulai dari sayur-sayuran hingga buah-buahan yang dapat digunakan dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga,” kata Hemas kepada wartawan, Rabu.
Menurut dia, keberadaan KRPL memberikan banyak manfaat. Selain untuk mendukung program ketahanan pangan di tengah berkurangnya lahan pertanian, kegiatan ini juga untuk memberdayakan masyrakat. Pasalnya, penerapan pertanian perkotaan yang dilakukan KWT berdampak langsung terhadap ekonomi, sosial, penggunaan energi, jejak karbon, polusi (udara, tanah, dan suara), serta peningkatan ketersediaan dan kualitas bahan pangan. “Orang yang aktif bertani, suka bercocok tanam bermanfaat untuk menurunkan tingkat stres sehingga dapat meningkatkan kesehatan mental,” katanya.
Hemas berharap program KRPL di Wukirsari terus dikembangkan tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi dapat menciptakan lingkungan yang bersih dan kondusif bagi kesehatan warga. “Ini program bagus dan harus terus dikembangkan,” katanya.
Dalam kunjungannya Hemas juga meminta masukan terkait dengan program. Ia berjanji akan menyampaian aspirasi ini ke Pemerintah Pusat maupun Pemda DIY agar diwujudkan di dalam program. Salah satunya untuk upaya meningkatkan kesejahteraan masyrakat. “Saran dan masukan yang diberikan akan saya tampung dan akan diperjuangkan ke pemerintah,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Badingah, yang ikut mendampingi GKR Hemas menyatakan program KRPL sangat baik karena selain sebagai program pemberdayaan masyarakat, juga sebagai upaya meningkatkan program ketahanan pangan. “Sangat baik karena melalui KRPL lahan-lahan di sekitar rumah bisa dimanfaatkan untuk tanaman produktif, seperti sayur-sayuran hingga buah-buahan. Adapun hasilnya bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan pangan yang sehat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Bregodo Suryatmojo turut menjadi etalase budaya sekaligus pintu promosi potensi kampung wisata di wilayah asalnya saat bertugas di kawasan Malioboro, Minggu (2
BMKG mencatat rekor 123 hari tanpa hujan di Sumberklampok, Buleleng, Bali, di tengah musim kering yang dipengaruhi El Nino.