Arca Dewa Kekayaan di Pantai Baron Segera Jadi Cagar Budaya Baru
Arca diduga Kuwera atau Jambhala di Gua Songobranti, Pantai Baron, segera ditetapkan sebagai cagar budaya baru di Gunungkidul.
Jamaah haji/Antara-Hanni Sofia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Jemaah haji asal Kabupaten Gunungkidul dijadwalkan tiba di kampung halaman pada Minggu (25/8/2019).
Kepala Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Gunungkidul, Muhammad Yusuf, mengatakan jajarannya sudah mulai mempersiapkan kepulangan jemaah haji asal Gunungkidul. Sama seperti saat pemberangkatan, kepulangan terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter). Kloter pertama 22 SOC dijadwalkan tiba di Bumi Handayani pada Minggu (25/8), sedang kloter 96 SOC tiba di Gunungkidul pada Minggu (15/9). “Semua sudah ada jadwalnya dan kami mulai mempersiapkan menyambut kepulangan jemaah,” kata Yusuf kepada wartawan, Minggu (18/8).
Menurut dia, untuk persiapan kepulangan Kemenag melakukan koordinasi internal. Rencananya sebelum pulang ke rumah masing-masing, kedatangan jemaah disambut oleh Bupati Gunungkidul, Badingah. “Rencananya Bupati menyambut kedatangan jemaah haji di Bangsal Sewokoprojo,” katanya.
Disinggung mengenai keadaan para jemaah, Yusuf mengakui tidak ada masalah karena jemaah dapat mengikuti rangkaian ibadah dalam rukun haji dengan lancar. “Alhamudillah semua dalam kondisi sehat dan sudah menunggu jadwal untuk pulang ke Tanah Air,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Kemenag Gunungkidul, Aidi Johansyah. Menurut dia, untuk kelancaran kepulangan para jemaah Kemenag melakukan berbagai persiapan. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar dan nantinya jemaah bisa pulang ke rumah masing-masing dengan selamat,” katanya.
Di awal persiapan penyelenggaraan haji, kuota di Gunungkidul hanya mendapatkan jatah satu kloter. Namun seiring adanya penambahan kuota dari Pemerintah Arab Saudi, maka jumlah jemaah di Gunungkidul bertambah sehingga pemberangkatan terbagi dalam dua kloter. “Untuk kloter 22 SOC diberangkatkan sebanyak 206 jemaah dan kloter 96 SOC sebanyak 30 jemaah,” kata Aidi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arca diduga Kuwera atau Jambhala di Gua Songobranti, Pantai Baron, segera ditetapkan sebagai cagar budaya baru di Gunungkidul.
Penumpang andong Malioboro naik saat libur sekolah 2026, namun belum menyamai tahun lalu akibat daya beli masyarakat yang masih melemah.
Kejagung menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola pertambangan PT PMM terkait manipulasi kandungan logam tanah jarang.
Presiden Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi meninjau Candi Prambanan, melihat konservasi candi, dan menyapa umat Hindu.
Suporter Mesir memprotes keputusan wasit dan VAR usai kalah 2-3 dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Indonesia dan India menyepakati restorasi Candi Prambanan serta konservasi situs UNESCO sebagai penguatan diplomasi budaya kedua negara.