Riset di Perguruan Tinggi Masih Memprihatinkan

Ilustrasi penelitian. - JIBI
19 Agustus 2019 21:07 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Publikasi dan riset menjadi sorotan khusus terkait kualitas Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia.

Seperti misalnya dikemukakan oleh Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof.Sutrisna Wibawa, Senin (19/8/2019). Sutrisna menyebut, mendorong perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas adalah penting dilakukan oleh pemerintah, karena yang ada dan terlihat di sana adalah kualitas. Apalagi, PTN dituntut menjadi universitas berkelas dunia (WCU). Riset adalah cara melatih diri PT untuk menuju kepada status tersebut.

"Sehingga ke depan, untuk mewujudkan WCU dengan indikator-indikator yang ada di dalam klaterisasi itu. Indikator itu misalnya sitasi dosen S3 kemudian artikel Scopus, akreditasi baik institusi maupun prodi, kerja sama dalam dan luar negeri," ungkapnya.

Menurut Sutrisna, dana riset bagi PT masih sangat kecil. UNY mendorong dan mengusulkan kepada kementerian supaya ada perhatian khusus untuk riset. Karena PT adalah pusat pengembangan ilmu, salah satunya lewat riset.

"Di UNY, anggaran riset sebesar 12% dari anggaran universitas," ujarnya.

Rektor Universitas Sanata Dharma, Johanes Eka Priyatma mempertanyakan janji pemerintah yang kabarnya akan memberikan pembinaan dan pendampingan insentif menyesuaikan klaster PT, Namun hingga sekarang, ia belum melihat itu terealisasi.

"Misalnya agar bisa masuk klaster 1, akan ada sekian miliar dana, supaya semakin bermutu, ada skenario pendampingan untuk klaster 2 dan klaster 3. Tapi sampai sekarang belum ada, hanya memang ada beberapa tawaran-tawaran peningkatan prasarana untuk beberapa klaster, misalnya klaster 3 dan klaster 4," paparnya.

Kendati demikian, USD terus meningkatkan kualitas, salah satunya dari sisi sumber daya manusia, lewat studi lanjut. Sehingga kompetensi SDM meningkat. Sisi lain yang digarap oleh USD adalah perwujudan tri dharma.

"Salah satunya peluncuran berbagai macam skenario penelitian dengan harapan jumlah publikasi ilmiah naik. Termasuk juga mengikuti kompetisi kompetisi untuk memenangkan hibah penelitian. Jadi, harapannya, kalau itu baik, maka klasternya baik, akan berakibat pada naiknya reputasi [PT]," ujarnya.

Dalam rangka meningkatkan jumlah publikasi ilmiah, USD menggulirkan berbagai macam skenario riset mencari dana riset bekerjasama dengan berbagai pihak. (Uli Febriarni)