Mainan Ciptaan Mahasiswa UNY Ini Bikin Anak-Anak Mudah Mengenal Listrik

Kampus Universitas Negeri Yogyakarta - uny.ac.id
25 Agustus 2019 07:57 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menciptakan permainan edukatif, dinamakan Mokelis Kids. Permainan tersebut mengenalkan anak dengan komponen kelistrikan dasar di rumah tangga.

Mahasiswa Program Studi D3 Teknik Elektro UNY, Gito Syahril Fajar mengungkapkan, Mokelis Kids berisikan komponen-komponen yang berfungsi memberi simulasi keselamatan listrik untuk anak usia dini. Permainan dilengkapi dengan notifikasi suara berupa peringatan bahaya, tidak berbahaya, serta nasihat-nasihat untuk anak.

"Peringatan kondisi bahaya juga dilengkapi dengan simulasi kejut listrik atau 'kesetrum' yang diberikan melalui efek getar seperti pada fitur telepon genggam," kata dia, dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/8/2019).

Gito menambahkan, permainan edukatif Mokelis for Kids itu dirancang bersama kedua rekannya, Dimas Mahendra dari Program Studi D3 Teknik Elektro dan Rahmad Prasetyo dari Program Studi Pendidikan Teknik Elektro. Tim berharap, permainan rancangan mereka dapat diaplikasikan oleh guru Taman Kanak-kanak, dalam mengajarkan kelistrikan kepada siswa dengan mudah dan menyenangkan sejak dini. Agar angka kecelakaan akibat listrik di Indonesia dapat berkurang.

Dimas Mahendra menjelaskan, hadirnya Mokelis for Kids didasari dengan kenyataan di lapangan, bahwa tidak sedikit terjadi kecelakaan akibat listrik, terutama menimpa pada anak. Hal ini disebabkan oleh ketidakpahaman anak mengenai keselamatan listrik dan belum adanya media, yang dapat mengajarkan mereka mengenai keselamatan listrik dengan baik.

Padahal listrik dan peralatan kelistrikan merupakan sebuah bagian dari kehidupan manusia di masa kini, dengan berbagai fungsi dan kegunaannya dalam menunjang berbagai kebutuhan. Namun, di sisi lain peralatan kelistrikan memiliki risiko bahaya yang mengancam keselamatan diri.

Penggunaan peralatan kelistrikan yang tidak sesuai standar baik dari segi pemasangan maupun material, akan meningkatkan risiko bahaya keselamatan. Standar pemasangan peralatan kelistrikan, telah diatur dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL) 2011. Sebagai upaya pemerintah untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang diakibatkan oleh gangguan-gangguan listrik.

"Namun pemasangan peralatan kelistrikan yang tidak sesuai standar dan kelalaian pengguna, sering kali menyebabkan gangguan-gangguan membahayakan terutama terjadinya kejut listrik atau lebih sering dikenal oleh masyarakat awam dengan sebutan kesetrum," ungkapnya. (*)