Pentas Wayang Kulit Meriahkan Bersih Desa Gading

Kabid Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIY, Wardoyo (ketiga dari kanan), menyerahkan wayang kepada dalang Ki Prasetyo Banar Wicaksono, Minggu (25/8/2019). - Istimewa
27 Agustus 2019 23:37 WIB Yudhi Kusdiyanto Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Desa Gading, Kecamatan Playen, menggelar rangkaian tradisi Bersih Desa atau Rasulan yang dimulai Jumat (23/8/2019) hingga Minggu (25/8/2019). Dengan dukungan Dinas Pariwisata DIY, acara Bersih Desa Gading yang merupakan wujud rasa syukur warga kepada Tuhan yang Maha Esa ini mendapat sambutan antusias. Pada rangkaian acara bersih desa yang digelar Minggu diadakan Kenduri Rasulan di masing-masing dusun. Selama acara berlangsung, warga dari Dusun Gading I hingga Gading IV ikut terlibat bergotong-royong demi suksesnya acara.

Panitia acara Bersih Desa, Sugiyanto, mengatakan bersih desa merupakan acara rutin yang dilaksanakan warga Gading setahun sekali dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat warga untuk mencintai seni dan budaya. Bersih desa tahun ini dilaksanakan dengan tema Menyongsong Desa Wisata karena di Desa Gading terdapat beberapa wisata yang berkembang seperti Hutan Bunder, Sendang Mole, pabrik penyulingan kayu putih dan wisata lainnya.

“Dusun Gading ingin mengenalkan wisata budaya yang dimiliki selain keindahan alam yang ada. Tak hanya kesenian yang dihadirkan dalam rangkaian Bersih Desa Gading, kami juga menggelar kegiatan olahraga seperti sepak bola dan kegiatan kerohanian yakni pengajian akbar,” kata Sugiyanto dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Selasa (27/8/2019).

Puncak acara bersih desa diselenggarakan pergelaran wayang kulit menampilkan dalang Ki Prasetyo Banar Wicaksono dengan mengambil lakon Wahyu Cakraningrat. Pagelaran wayang tersebut menceritakan kisah para kesatria saling berlomba untuk mendapatkan Wahyu Cakraningrat yang merupakan cikal bakal raja-raja di Tanah Jawa.

Kabid Pengembangan Kapasitas Dinas Pariwisata DIY, Wardoyo, mengaku jajarannya mendukung dan menfasilitasi segala bentuk kegiatan seni maupun budaya. Hal ini dilakukan untuk memberikan semangat kepada para pelaku seni agar terus melestarikan kesenian. “Desa Gading berpotensi menjadi desa yang dicari oleh masyarakat luar karena keberadaannya sebagai desa yang mampu nguri-uri budaya sekaligus memiliki tempat-tempat wisata alam yang indah. Hal ini tentu saja dapat memperkuat eksistensi desa dengan berbagai potensinya, sehingga menuju desa yang adiluhung dan dikenal oleh masyarakat luas,” tuturnya.