Pembangunan Sport Center Butuh Kejelasan Status Lahan

Ilustrasi. - Reuters
29 Agustus 2019 15:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul merampungkan masterplan kawasan olahraga terpadu atau sport center di lingkungan Gelanggang Olaharaga (Gor) Handayani di Jeruksari, Kecamatan Wonosari. Meski demikian, untuk lanjutan pembangunan masih menunggu kejelasan status lahan di kawasan tersebut.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdipora Gunungkidul, Irfan Ratnadi, mengatakan tidak ada masalah dengan masterplan pembangunan sport center di area Gor Handayani. Pasalnya, desain awal sudah disusun untuk plot-plot arena olahraga yang bakal dibangun.

Menurut dia, penyusunan masterplan merupakan tahap awal dari pembangunan. Setelah masterplan jadi langsung ditindaklanjuti dengan penyusunan detail engineering design (DED) kemudian diteruskan dengan pembangunan. Hanya, kata Irfan, upaya penyusunan DED dan pembangunan belum ditindaklajuti karena masih ada beberapa masalah yang harus diselesaikan.

Selain kebutuhan anggaran yang belum tersedia, masalah lain yakni status lahan yang belum jelas. Irfan menjelaskan, untuk anggaran pembangunan rencananya meminta bantuan Pemerintah Pusat melalui dana alokasi khusus. “Kami ajukan DAK untuk pembangunannya,” katanya kepada wartawan, Kamis (29/8/2019).

Menurut Irfan, sebelum DAK pembangunan diajukan Pemkab terlebih dahulu harus menyelesaikan status lahan. Pasalnya, tanpa kejelasan maka sulit mendapatkan bantuan dari Pusat. “Tanahnya sudah ada 40 hekatare, tapi lahan tersebut belum menjadi milik Pemkab,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk kepastian status lahan sudah dikoordinaskan dengan pihak-pihak terkait. Kejelasan mengenai masalah ini bisa dilakukan dengan membeli lahan-lahan tersebut atau dengan model saham karena tanah itu mayoritas dimiliki oleh Pemerintah Desa Wonosari. “Harapnnya bisa dibeli sehingga ada kejelasan secara pasti. Mudah-mudahan tahun depan sudah ada kejelasan terkait dengan status lahan,” kata mantan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Gunungkidul ini.

Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan jajarannya tak hanya merevitalisasi Gor Handayani, karena Pemkab berencana membangun sport center sehingga menjadi salah satu ikon di Gunungkidul. “Rencana sudah kami susun,” kata Bahron beberapa waktu lalu.

Menurut dia, dengan pembangunan sport center maka di lokasi Gor akan dijadikan pusat kegiatan olaharaga. Di kawasan tersebut dibangun berbagai fasilitas seperti jogging track, kolam renang, lapangan memanah, menembak, tenis hingga bola voli. “Kami ingin kawasan terpadu olahraga ini berkelas internasional,” katanya.