Penyuluh Agama di DIY Diminta Agar Menebar Kedamaian Ketimbang Mengkotak-kotakan Umat

Kapolda DIY Irjen Polisi Ahmad Dofiri bersama pejabat Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY dan para penyuluh Agama Islam Non PNS di Masjid Agung Bantul, Sabtu (31/8/2019) - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
31 Agustus 2019 20:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Para penyuluh agama dianggap sebagai garda terdepan Kementerian Agama di tiap wilayah untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang damai, mengedepankan persatuan dan mencegah perpecahan, serta wajib menjaga konsensus negara yang sudah disepakati. Demikian yang menjadi pembahasan dalam Silaturahmi dan Apel Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Non PNS di Masjid Agung Bantul, Sabtu (31/8/2019).

Silaturahmi dan apel tersebut dihadiri ratusan penyuluh agama Islam se-DIY, Kapolda DIY Irjen Ahmad Dofiri, dan sejumlah pejabat di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY dan kantor Kemenag kabupaten dan kota.

Kepala Kantor Kemenag Bantul, Buchori Muslim mengatakan mengatakan setidaknya ada lima hal yang harus dilakukan penyuluh agama, yakni merangkul dan memgajak umat, jadi figur utama dalam urusan agama sehingga jangan kaget jika penyuluh didatangi masyarakat yang meminta pencerahan soal agama sehinga penyuluh perlu mempersiapkannya.

Ia meminta penyuluh menyampaikan pesan Islam yang rahmatan lil alamin, yang tidak mengkotak-kotakkan umat. Lebih mengedepankan kebersamaan, "Keempat harus menjaga persatuan dan kesatuan dan kelima jadi suri tauladan di tengah masyarakat," kata Buchori.

Sekretaris FKPAI Non PNS, Durori mengatakan silaturahmi penyuluh Agama Islam dilakukan untuk memperkuat dalam menjaga marwah Kemenag dan menjadi pemersatu bangsa. Ia mengatakan akhir-akhir ini muncul benih benih perpecahan di masyarakat. Mulai dari upaya memisahkan diri dari NKRI, paham radikalisme, serta tindakan yang intoleransi.

"Sebagai penyuluh agama tidak hanya memberi pencerahan soal agama tapi wajib menjaga NKRI. Penyukuh harus ikut mempererat persatuan dan menjaga konsensus negara," kata Durori.

Ada sekitar 500an penyuluh Agama Islam nonPNS yang hadir. Penyuluh agama merupakan pegawai Kementerian Agama yang diangkat sebagai tenaga kontrak selama tiga tahun dan kontrak bisa diperpanjang. Durori memgklaim selama tiga tahun penyuluh agama Islam baru kali ini menggelar apel dan silaturahmi se-DIY.

Kapolda DIY dalam kesempatan tersebut menyampikan bahwa penyuluh merupakan agen bangsa yang bisa menyatukan umat karena tiap kecamatan ada delapan penyuluh. Ia mengatakan persoalan yang terjadi yang dapat mengancam persatuan di antaranya penyebaran paham radikalisme, intoleransi, hoaks alias berita bohong. Selain itu juga peredaran narkoban dikalangan muda.