Umat Beragama Gelar Sarasehan Pengamalan Pancasila

Sarasehan Pengamalan Pancasila yang digelar di Aula Gereja St Yusuf, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Sabtu (31/8/2019). - Harian Jogja/David Kurniawan
01 September 2019 22:02 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Puluhan umat beragama di Gunungkidul mengikuti Sarasehan Pengamalan Pancasila yang digelar di Aula Gereja St Yusuf, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Sabtu (31/8/2019). Diharapkan dengan penyelenggaraan sarasehan ini dapat memperkuat persatuan dan kesatuan di Bumi Handayani.

Ketua panitia acara, Gunawan, mengatakan penyelenggaraan Sarasehan Pengamalan Pancasila merupakan salah satu acara untuk memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan Indonesia. Selain itu, acara juga sebagai sarana memperkuat tali persaudaraan sehingga persatuan dan kesatuan di Negera Kesatuan Republik Indonesia bisa tetap terjaga. “Kami tidak hanya mengundang umat Islam, tapi umat lain seperti Kristen, Hindu, Buddha juga diundang,” kata Gunawan kepada wartawan, Sabtu.

Menurut dia, sila-sila yang terkandung dalam Pancasila harus terus diamalkan karena dengan memahami, menghayati dan diikuti dengan aksi nyata dalam perbuatan menjadi benteng untuk kekuatan NKRI. “Seluruh lapisan masyarakat harus bersatu karena sebagai modal penting dalam tegaknya NKRI,” kata mantan Camat Panggang ini.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Gunungkidul, Arkham Mashudi. Menurut dia, meski di dunia ini banyak berbagai paham, namun keberadaan Pancasila sebagai dasar Negara merupakan harga mati. “Ini tak bisa ditawar-tawar lagi,” katanya.