Berangkat PKL, Pelajar SMK Hilang Dipekerjakan Calo

Lucia Martini di kediamannya pada Rabu (4/9/2019). Harian Jogja - Kiki Luqmanul Hakim.
06 September 2019 12:37 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL – Lucia Martini warga Kedon RT 04, Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, mengaku kehilangan putra ketiganya bernama Ignatius Adrianta Loyola Denny Murdani, sejak 2009 lalu yang pamitnya mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Tanjung Benoa, Bali, selama enam bulan.

Putra ketiganya tersebut hilang bersama dua temannya bernama Ginanjar Nugroho Atmaji dan Agil Ramadhan Putra. Mereka semua merupakan murid dari SMK Negeri 1 Sanden Jurusan Perikanan dan diwajibkan mengikuti PKL.

Sebelum menghilang Denny meminta ibunya yang mengantarkan dirinya berangkat PKL. “Aku biar diantar mom aja, soalnya kan bakal enggak ngelihat kampung halaman selama enam bulan,” kata lucia menirukan Denny pada 2009 lalu, ketika ditemui Harian Jogja.

Namun selang beberapa bulan Lucia mengetahui ternyata Denny dipekerjakan sebagai Anak Buah Kapal (ABK) KM Jimmy Wijaya di Pelabuhan Benoa Bali. Lalu kapal yang memperkerjakan anaknya tersebut hilang kontak pada 27 Februari 2010.

Lucia menjelaskan bahwa Denny serta dua rekannya tersebut dipekerjakan menjadi ABK oleh seseorang bernama Mugiri yang berperan sebagai calo. Mugiri juga memalsukan dokumen tiga anak didik SMK Negeri 1 Sanden tersebut.

“Waktu pergi itu kan Denny belum punya KTP karena masih 16 tahun, namun pihak sekolah meminta persyaratan tersebut yang salah satunya KTP. Akhirnya saya mengurus ke kelurahan, lalu anak saya berangkat dengan KTP sementara,” jelasnya.

“Lalu si Mugiri ini menggunakan dokumen palsu tersebut agar ketiga anak itu bisa bekerja di kapal itu. Perusahaan itu tidak menau kalau sebenarnya ketiga anak itu mencari PKL bukan pekerjaan, tapi sekarang mugiri sudah divonis bersalah dan masuk penjara,” lanjutnya.

Tapi hingga kini Lucia masih berharap bahwa anaknya masih hidup dan kembali lagi ke rumah. “Saya sebagai ibu mempunyai firasat yang kuat dan feeling saya ini merasa bahwa Denny masih hidup dan dalam keadaan baik. Saya masih menunggu suatu hari nanti Denny mengetuk pintu rumah dan bersatu lagi seperti dulu,” harap Lucia.

Sementara itu Joko Priyono orangtua Ginanjar mengaku dirinya bersama Riswanto ayah dari Agil, sudah pernah tiba di Bali lalu melaporkan kejadian tersebut kepada pihak polisi, setelah itu mereka berdua diantarkan kepada perusahaan di mana tempat anaknya bekerja.

“Sampai di perusahaan itu kami disambut oleh Ketut Widarba bagian personalia. Si Ketut ini langsung kaget ketika kami menceritakan kronologinya, karena perusahaan mereka tidak menerima pelajar PKL,” jelas Joko.

Setelah itu Joko baru mengetahui bahwa anaknya dipekerjakan sebagai ABK dengan ditunjukan teken kontrak kerja bersama dua rekannya. Dari perusahaan itu pula ia mendapatkan kejelasan bahwa kapal KM Jimmy Wijaya telah hilang.

“Kata Ketut pihaknya melakukan segala upaya untuk mencari kapal itu tapi dari 2010 hingga sekarang ini belum ketemu, Mugiri sendri sudah mendekam di penjara. Ini adalah musibah yang harus saya terima, tapi tidak akan saya lupakan,” katanya.