Kekurangan Murid, SDN Gari 2 Terpaksa Ditutup

Ilustrasi. - SOLOPOS/Ratna Puspita Dewi
12 Agustus 2019 15:12 WIB Rahmat Jiwandono Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gari 2, Desa Gari, Kecamatan Wonosari, terpaksa ditutup lantaran kekurangan siswa. Agar siswa tetap mendapatkan pelayanan pendidikan terbaik, sekolah ini bakal digabung dengan SDN Gari 1.

"Jumlah warga di sekitar SDN Gari 2 semakin sedikit dan pelayanan juga tidak bisa maksimal," kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid, Minggu (11/8/2019).

Dia menjelaskan, guru dan karyawan SDN Gari 2 akan disesuaikan dengan posisi yang kurang di SDN Gari 1. Kebijakan penggabungan diambil agar proses pendidikan lebih efisien. "Agar semua proses belajar mengajar berjalan lancar," kata Bahron.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Gunungkidul, Sumarto, mengatakan hingga pertengahan 2019 terdapat 23 sekolah dalam kondisi kritis dan satu sekolah yang sudah bubar. Salah satunya SDN Gari 2 yang hanya mempunyai 48 siswa. "Di SDN gari 2 hanya ada siswa di kelas II, IV dan V, sementara guru yang berstatus ASN hanya satu, sedangkan lima guru lainnya berstatus honorer," ucap Sumarto.

Menurut Sumarto, penggabungan beberapa SD di Gunungkidul berdasarkan Surat Keputusan Bupati Gunungkidul No.74/2016 tentang Penggabungan Sekolah Dasar. Namun jika mengacu pada surat edaran dari Direktorat Jenderal Pembangunan Daerah Departemen Dalam Negeri, penggabungan SD bisa dilakukan paling tidak muridnya kurang dari 120 orang.

Di sisi lain, banyaknya sekolah swasta yang menawarkan fasilitas bagi siswa juga berpengaruh bagi tingkat kepercayaan masyarakat untuk memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta. Saat ini SD negeri merupakan layanan pendidikan dari pemerintah dan pengadaan fasilitas bergantung pada regulasi yang ada. "Wali murid sekarang mempertimbangkan pelayanan pendidikan yang diperoleh anaknya," katanya.