Bukan Mahasiswa UNY, Ini Penjelasan RSUP Dr Sardjito tentang Warga Jepang yang Dirawat di Ruang Isolasi
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
Ilustrasi. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ada yang beda dalam pemilihan ketua Organisasi Siswa Intra sekolah (OSIS) di SMP Negeri 1 Tepus, Jumat (13/9/2019). Jika tahun-tahun sebelumnya siswa memberikan hak suaranya secara langsung melalui pemungutan suara manual, tahun ini pemilihan dilakukan dengan sistem voting elektronik (voting-el). Cara ini dilakukan untuk menumbuhkan nilai-nilai demokrasi di lingkungan sekolah sesuai dengan perkembangan zaman.
Dengan sistem voting-el, para kandidat dapat secara langsung mengetahui hasil pemilihan. Mekanismenya pun cukup mudah. Saat kegiatan belajar mengajar, satu per satu siswa dipanggil menuju ke laboratorium teknologi informasi untuk memilih calon ketua OSIS.
Ada 377 siswa yang memberikan hak suara melalui voting-el dengan memanfaatkan 12 komputer yang ada di sekolah. Adapun yang digunakan untuk voting mengambil dari Google Form. "Pemilihan ketua OSIS dengan sistem voting-el baru kami laksanakan tahun ini," kata Kepala SMPN I Tepus, Heriyanto, kepada wartawan, Jumat.
Menurutnya, banyak keuntungan yang didapat dalam sistem voting-el. Selain menghemat anggaran, sistem ini juga mempercepat waktu pelaksanaan pemilihan. "Yang jelas kami bisa menghemat kertas, paling hanya membutuhkan stempel kertas untuk presensi," ujarnya.
Di sisi lain, pelaksanaan pemilihan ketua OSIS dengan sistem voting-el nantinya diharapkan menjadi bekal bagi para siswa di masa yang akan datang, di mana semua kegiatan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban warga negara secara praktis memanfaatkan teknologi informasi.
Sistem pemilihan konvensional mengandalkan perhitungan manual, sedangkan voting-el mampu mengirim hasil langsung dari perangkat komputer tempat pemilihan ke komputer server. "Sistem konvensional memakan waktu lama dibanding voting-el,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengapresiasi sejumlah sekolah yang telah mengaplikasikan teknologi informasi dalam proses demokrasi di sekolah. Hal ini merupakan rangkaian edukasi di mana teknologi tak melulu berdampak negatif. "Ini memiliki makna ganda yakni murid belajar demokrasi dan belajar teknologi untuk menentukan pilihannya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang WNA asal Jepang dirawat di RSUP Dr Sardjito, dia datang ke RSUP Dr Sardjito pada Selasa (3/3/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.
AHY memastikan penyesuaian tarif tiket pesawat dilakukan terukur di tengah kenaikan harga energi dunia akibat konflik Timur Tengah.
Mario Suryo Aji turun ke posisi 24 klasemen Moto2 2026 setelah absen di Catalunya akibat cedera. Manuel Gonzalez kukuh di puncak.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.