Kemensos Libatkan 902 Taruna TNI dan Akpol untuk Sekolah Rakyat
Kemensos menerjunkan 902 taruna Akademi TNI dan Akpol mendampingi siswa Sekolah Rakyat saat MPLS untuk memperkuat karakter dan disiplin.
Kegiatan penutupan Program Pengenalan Kampus (P2K) UAD, pada Sabtu (7/9/2019). /Ist-UAD.
Harianjogja.com, JOGJA—Mahasiswa baru Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dibekali sejumlah materi dalam rangka membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia kuat. Mulai dari bela negara, pencegahan narkoba, radikalisme hingga tertib lalu lintas.
Rektor UAD Kasiyarno menjelaskan pihaknya telah memberikan banyak materi untuk membentuk SDM bagi sekitar 7.000 mahasiswa baru yang mulai kuliah di tahun akademik 2019/2020 ini. Ia meyakini, SDM menjadi sangat penting dalam upaya membangun Indonesia kuat di masa mendatang.
“Indonesia kuat secara umum pasti ditentukan oleh SDM, Indonesia kuat di masa mendatang tergantung generasi kita. Antara lain adalah mahasiswa, karena di sini memiliki keunggulan, pendidikan lebih titnggi, pemikiran lebih maju, pengetahuan luas, sehingga di situ generasi muda sangat berperan,” terangnya dalam rilisnya, Minggu (15/9/2019).
Ia menambahkan, sejumlah materi penting yang diberikan kepada mahasiswa baru antara lain, pencegahan radikalisme dan anti korupsi. Pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya pencegahan tersebut seperti mendatangkan ahli yang digelar melalui workshop dan pelatihan. Termasuk menggandeng kepolisian dalam memberikan materi kepada mahasiswa baru terkait lalu lintas. Sedangkan untuk pencegahan korupsi sudah diintegrasikan dengan sejumlah mata kuliah. Selain itu, materi bela negara dan pencegahan narkoba juga turut diberikan.
“Kegiatan mahasiswa kami mencakup banyak hal, selain minat bakat juga mmberikan kegiatan bela negara, antikorupsi, antinarkoba, antiradikalisme, karena ini problem yang dihadapi bangsa kita, ini harus disiapkan mahasiswa,” ucapnya.
Keterlibatan instansi lain dalam memberikan materi kepada mahasiswa baru, salah satunya dibuktikan dengan dihadirkannya Satlantas Polres Bantul untuk memberikan materi saat penutupan Program Pengenalan Kampus (P2K) pada Sabtu (7/9/2019).
Kasat Lantas Polres Bantul AKP Cerryn Nova mengatakan, pihaknya memberikan materi terkait lalu lintas, tujuannya agar para mahasiswa menjadi patuh berlalulintas. Karena sebagian besar kecelakaan berawal dari pelanggaran. Di sisi lain, korban kecelakaan didominasi oleh kaum milenial di usia antara 15 hingga 30 tahun yang di dalamnya banyak mahasiswa.
“Sosialisasi tertib berlalulintas ini kami lakukan kepada mahasiswa karena khususnya angka kecelakaan Bantul cukup tinggi melibatkan kaum milenial,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemensos menerjunkan 902 taruna Akademi TNI dan Akpol mendampingi siswa Sekolah Rakyat saat MPLS untuk memperkuat karakter dan disiplin.
Kulonprogo menjadi tuan rumah Kejurda III NPCI DIY 2026 yang diikuti 461 atlet disabilitas dari lima kabupaten dan kota di DIY.
Putra petani asal Banyumas, Mohamad Toriq Anwar, menjadi lulusan terbaik IPDN 2026 dan menerima penyematan pangkat langsung dari Presiden Prabowo.
Pemangkasan anggaran Perpusnas 2026 dan perkembangan AI dinilai UMY menjadi tantangan besar bagi budaya membaca dan literasi masyarakat.
John Herdman menyebut laga Indonesia melawan Vietnam menjadi peluang besar untuk menguasai Grup A Piala AFF 2026 dan membuka jalan ke semifinal.
Basarnas mengevakuasi 232 korban kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di Perairan Utara Sumenep. Sebanyak 227 orang selamat dan lima meninggal dunia.