Mahasiswa Baru Dibekali Materi Pencegahan Radikalisme hingga Tertib Lalu Lintas

Kegiatan penutupan Program Pengenalan Kampus (P2K) UAD, pada Sabtu (7/9/2019). - Ist/UAD.
16 September 2019 08:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Mahasiswa baru Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta dibekali sejumlah materi dalam rangka membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia kuat. Mulai dari bela negara, pencegahan narkoba, radikalisme hingga tertib lalu lintas.

Rektor UAD Kasiyarno menjelaskan pihaknya telah memberikan banyak materi untuk membentuk SDM bagi sekitar 7.000 mahasiswa baru yang mulai kuliah di tahun akademik 2019/2020 ini.  Ia meyakini, SDM menjadi sangat penting dalam upaya membangun Indonesia kuat di masa mendatang.

“Indonesia kuat secara umum pasti ditentukan oleh SDM, Indonesia kuat di masa mendatang tergantung generasi kita. Antara lain adalah mahasiswa, karena di sini memiliki keunggulan, pendidikan lebih titnggi, pemikiran lebih maju, pengetahuan luas, sehingga di situ generasi muda sangat berperan,” terangnya dalam rilisnya, Minggu (15/9/2019).

Ia menambahkan, sejumlah materi penting yang diberikan kepada mahasiswa baru antara lain, pencegahan radikalisme dan anti korupsi. Pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya pencegahan tersebut seperti mendatangkan ahli yang digelar melalui workshop dan pelatihan. Termasuk menggandeng kepolisian dalam memberikan materi kepada mahasiswa baru terkait lalu lintas. Sedangkan untuk pencegahan korupsi sudah diintegrasikan dengan sejumlah mata kuliah. Selain itu, materi bela negara dan pencegahan narkoba juga turut diberikan.

“Kegiatan mahasiswa kami mencakup banyak hal, selain minat bakat juga mmberikan kegiatan bela negara, antikorupsi, antinarkoba, antiradikalisme, karena ini problem yang dihadapi bangsa kita, ini harus disiapkan mahasiswa,” ucapnya.

Keterlibatan instansi lain dalam memberikan materi kepada mahasiswa baru, salah satunya dibuktikan dengan dihadirkannya Satlantas Polres Bantul untuk memberikan materi saat penutupan Program Pengenalan Kampus (P2K) pada Sabtu (7/9/2019).

Kasat Lantas Polres Bantul AKP Cerryn Nova mengatakan, pihaknya memberikan materi terkait lalu lintas, tujuannya agar para mahasiswa menjadi patuh berlalulintas. Karena sebagian besar kecelakaan berawal dari pelanggaran. Di sisi lain, korban kecelakaan didominasi oleh kaum milenial di usia antara 15 hingga 30 tahun yang di dalamnya banyak mahasiswa.

“Sosialisasi tertib berlalulintas ini kami lakukan kepada mahasiswa karena khususnya angka kecelakaan Bantul cukup tinggi melibatkan kaum milenial,” ucapnya.