Pengguna Jip Lava Tour Berkurang

Wisatawan menikmati wisata jip lava tour Merapi, Minggu (26/5/2019). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
16 September 2019 21:22 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Jumlah pengguna jip lava tour Merapi menurun  20-25%. Rute baru dibutuhkan agar menarik minat wisatawan untuk kembali menggunakan jasa wisata jip tersebut.

Ketua Paguyuban Jeep Wilayah Barat Daldiri mengatakan penurunan pengguna jip lava tour Merapi terjadi sejak awal tahun ini. Hanya dia menepis jika turunnya penggunaan jasa lava tour Merapi disebabkan status erupsi Merapi saat ini.

“Bisnis ini memang mengalami penurunan tapi turunnya tidak siginifikan. Hanya 20-25 persen. Kami akan terus mempromosikan wisata lava tour Merapi ini baik nasional maupun internasional," katanya seusai bertemu dengan Wakil Gubernur DIY di kompleks Kepatihan, Senin (16/9).

Dijelaskan Daldiri, satu unit jip terkadang hanya bisa jalan satu kali dalam sepekan. Meski begitu, ada juga unit jip yang masih melayani 5-6 tujuh kali rute dalam sepekan atau satu kali dalam sehari. "Rute sudah diatur menyelaraskan dengan rute penambang, ada enam rute dengan tarif yang berbeda-beda," katanya.

Tarif paling rendah Rp300.000 dengan rute terpendek sementara rute paling lama (terpanjang) dipatok dengan tarif Rp800.000. "Istilahnya ada paket satu, dua sampai enam. Ya kalau rute-rute hanya itu-itu saja wisatawan bisa jenuh. Perlu rute baru," katanya.

Persoalannya untuk membuka jalur baru, tidak mudah. Hal ini terkait dengan status Merapi sebagai kawasan rawan bencana (KRB). "Belum lagi banyak truk penambangan yang lewat, sehingga kami perlu bersinergi dengan jalur penambangan agar tidak crowded," katanya.

Sejauh ini yang bisa dilakukan hanyalah penguatan internal, di mana 29 komunitas meningkatkan kapasitas untuk zero accident. Meskipun tidak siginifikan, namun peningkatan kapasitas tetap dilakukan oleh masing-masing komunitas.

Wakil Gubernur (Wagub) DIY KGPAA Paku Alam X menyampaikan dukungannya akan acara tersebut. Dia mengingatkan asosiasi tak hanya mempromosikan potensi wisata di lereng Merapi, namun harus turut berpartisipasi mengampanyekan pentingnya safety riding kepada masyarakat. “Keamanan itu mutlak, tidak bisa lagi ditawar. Sejatinya hal ini harus selalu dikampanyekan kepada para pengguna Jeep,” ujarnya.

Lebih lanjut Wagub juga berpesan komunitas jip hendaknya juga harus memilliki kemaslahatan untuk masyarakat misalnya dalam hal kebersihan. “Mungkin bisa diagendakan secara rutin, misalnya menggelar bersih gunung bersama masyarakat luas,” ujarnya.