Caleg Gagal Terima Tali Asih

Ilustrasi DPRD
17 September 2019 13:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Para calon anggota legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa yang gagal saat Pemilu 2019 memperoleh tali asih dari Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bantul.

Bendahara DPC PKB Agus Salim mengatakan pemberian tali asih itu adalah bentuk apresiasi PKB terhadap para caleg. Berapapun suara yang didapat oleh caleg, menurut dia tetap berkontribusi terhadap total perolehan suara PKB selama Pemilu lalu.

Seperti diketahui, dalam Pemilu 2019 di Bantul, suara PKB mencapai sebanyak 86.989 suara dan mendapat enam kursi perwakilan di DPRD Bantul. Perolehan suara tersebut meningkat dibanding pemilu 2014 yang hanya sekitar 57.000 suara dengan jumlah keterwakilan di DPRD Bantul empat orang.

Agus mengatakan atas keberhasilan tersebut partai memberikan tali asih kepada para caleg dengan nominal Rp10.000 per satu suara. "Tali asih ini sebagai bentuk kepedulian partai atas perjuangan para caleg dalam membesarkan PKB," kata Agus, Selasa (17/9/2019). 

Secara keseluruhan ada 29 orang caleg PKB Bantul yang mendapat tali asih, "Totalnya Rp350 juta untuk 29 orang" kata dia.

Caleg yang memperoleh tali asih terbanyak adalah Nunut Rubinto dengan total sekitar Rp54,1 juta karena memperoleh 5.411 suara dan paling sedikit Tri Wintolo dengan perolehan suara 280 dan berhak mendapatkan Rp280.000.

Lebih lanjut anggota DPRD Bantul periode 2019-2024 ini mengatakan kebijakan memberikan penghargaan kepada caleg gagal sudah berlangsung sejak tiga periode atau sudah tiga kali pemilu. Agus mengaku pernah mendapatkan tali asih itu saat gagal melanggeng ke DPRD pada Pemilu 2014 lalu. "Kini giliran saya yang memberi [tali asih]," ujar dia.

Uang tali asih  itu diakui dia berasal dari sumbangan anggota DPRD Bantul dari Fraksi PKB yang terpilih. Total ada enam anggota dan masing-masing anggota paling sedikit menyumbang sebesar Rp52 juta. 

Nur Laili Maharani, salah satu caleg PKB yang gagal melanggeng ke kursi Dewan mengakui dia adalah salah satu yang caleg mendapatkan uang tali asih, namun ia belum mengambilnya di partai.

Mantan anggota DPRD Bantul periode 2014-2019 ini mengatakan uang tali asih sudah diketahui oleh semua caleg saat proses pencalegan.
"Saat pencalegan, semua menandatangani pakta integritas yang intinya mentaati peraturan salah satunya caleg terpilih membayar kompensasi bagi caleg tidak terpilih. Besarnya juga disepakati," kata Rani, sapaan akrab Nur Laili Maharani.

Menurut dia uang tali asih sebagai bentuk penyemangat agar semua caleg berlomba-lomba mencari suara terbanuak dalam pemilu.