Jelang Pilkada 2020, Ini Dia Nominal Anggaran yang Diusulkan Bawaslu Sleman

ilustrasi. - dok
17 September 2019 15:17 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman mengajukan anggaran Rp7,6 miliar kepada Pemkab Sleman untuk kebutuhan pengawasan Pilkada 2020 mendatang.

Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu Sleman Vici Herawati mengatakan pengajuan tersebut saat ini sedang diverifikasi oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Kabupaten Sleman.

Dia menjelaskan dari total Rp7,6 miliar yang diajukan Bawaslu Sleman, alokasi dana paling besar yakni untuk honor pengawas, baik dari tingkat tempat pemungtan suara (TPS), desa, maupun kecamatan. “Untuk honor pengawas sekitar 49 persen dari total anggaran yang diajukan,” kata Vici kepada Harianjogja.com, Selasa (17/9/2019).

Adapun besaran honor pengawas Pilkada 2020 yang diajukan, kata dia, secara umum sama dengan honor yang diterima pada Pemilu 2019 lalu, yakni Rp500.000 untuk Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS); Rp900.000 untuk Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL); Rp1.850.000 untuk ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam); Rp1,6 juta untuk anggota Panwascam. “Perlu digaris bawahi, ini masih dalam tahap pengajuan dan verifikasi,” ucap dia.

Vici mengatakan selain untuk keperluan honor bagi pengawas, anggaran yang diajukan Bawaslu nantinya juga akan digunakan untuk sosialisasi pengawasan kepada masyarakat, bimtek, rapat kerja, fasilitasi kebutuhan pengawasan. “Serta digunakan juga untuk penanganan pelanggaran,” kata Vici.

Ketua Bawaslu Sleman M. Abdul Karim Mustofa menambahkan estimasi pada Pilkada 2020 mendatang akan ada 2.000 TPS di Sleman, dengan jumlah pemilih 400-500 orang per TPS. “Saya rasa Pilkada 2020 tidak terlalu memakan energi dan waktu lama dalam perhitungan suara dan teknis lainnya di lapangan,” kata Karim