Data Penelitian Secara Nasional Dikumpulkan Melalui Sistem RIN

Sosialisasi sistem repositori ilmiah nasional (RIN) di Unriyo. - Ist/LPPM Unriyo.
17 September 2019 12:27 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Data penelitian ilmiah yang masih berserakan dibawa oleh setiap peneliti akan dikumpulkan secara nasional melalui sistem repositori ilmiah nasional (RIN) dikelola Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah (PDDI) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). RIN ini akan memudahkan para akademisi dalam mengakses data dari berbagai hasil penelitian.

LIPI sedang menyiapkan perangkat dengan memberikan sosialisasi pengelolaan data penelitian kepada perguruan tinggi di seluruh Indonesia, yang salah satunya digelar melalui kerja sama dengan Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo), Selasa (17/9/2019).

Plt Kepala PDDI LIPI Hendro Subagyo menjelaskan sesuai dengan amanat UU No.11/2019 tentang sistem nasional ilmu pengetahuan dan teknologi, bahwa ada kewajiban menyimpan data dan karya. Sehingga setiap orang termasuk peneliti bisa mengakses dan memanfaatkan kembali data penelitian tersebut. Sehingga kebutuhan pengelolaan koleksi data ini menjadi sangat penting.

“Pada 2016 kami mulai membangun sistem RIN dengan dataverse yang kini bisa diakses secara online di http://rin.lipi.go.id sampai Juli 2019 ada sekitar 283 dataverse, 6.552 datasets dan 15.382 file, pengguna RIN ini sudah mencapai 63 afiliasi lembaga litbang dan perguruan tinggi,” terangnya dalam rilisnya yang diterima Harianjogja.com.

Peneliti LIPI yang menjadi narasumber sosialisasi Wasi Triprasetyo menambahkan sistem RIN ini akan sangat memudahkan bagi pengguna untuk menyimpan data serta memudahkan masyarakat untuk mengakses data. Apalagi di dalam setiap file menyimpan data yang sangat detail dari setiap hasil penelitian.

Melalui sistem RIN tersebut peneliti memiliki otoritas penuh untuk menyimpan, mengakses, dan mendiseminasikan data penelitiannya, apakah data tersebut ingin dibuka untuk publik atau ditutup. PDDI LIPI sebagai penyedia sistem RIN hanya sebagai fasilitator integrasi data penelitian di Indonesia. Terkait itu, pemilik data diharap memiliki untuk bisa berbagi data penelitiannya untuk kemajuan iptek nasional.

Kepala LPPM Unriyo Nazwar Hamdani menyambut baik adanya RIN karena selama ini hasil penelitian hanya tersimpan secara pribadi di peneliti. Melalui RIN yang memungkinkan siapa saja bisa mengakses hasil penelitian sehingga bisa memperkaya keilmuan di tanah air. Pihaknya akan mempersiapkan infrastruktur untuk mendukung akses RIN agar bisa dimanfaatkan akademisi di lingkungan kampusnya.

“Sebelum ada RIN, data penelitian kalau dana berasal dari Kemenristekdikti disimpan di pelaporan sistem informasi penelitian dan pengabdian masyarakat, cuma itu baru laporan penelitian dan luaran saja, terkait database detailnya ya ada di pribadi peneliti yang bersangkutan. Dengan adanya RIN ini kan semua data detail di simpan di sana, tentu bagi kami ini memudahkan,” katanya.

Dalam sosialisasi tersebut, lanjutnya, diikuti sekitar 90 perwakilan perguruan tinggi seluruh DIY baik swasta maupun negeri. “Kami berharap tentu sesuai dengan tujuannya, agar data disimpan secara fair, kemudian ada open data open share, ini akan membentuk database penelitian menjadi kuat. Karena kita bisa saling melengkapi, bisa membandingkan antarhasil penelitian,” ucapnya.