MHTC Siap Berikan Informasi Rumah Sakit dan Dokter di Malaysia untuk Pasien Asal Indonesia

Director MHTC Marketing-Indonesia, Farah Delah Suhaimi tiga dari kiri saat berkunjung ke Harian Jogja, Selasa (24/9/2019). - Harian Jogja/Nina Atmasari
24 September 2019 17:47 WIB Nina Atmasari Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Malaysia kini tengah mempromosikan fasilitas kesehatan mereka untuk pasien asal Indonesia. Sejalan dengan tujuan tersebut, Pemerintah Malaysia menugaskan Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) untuk memberikan informasi tentang fasilitas kesehatan untuk pasien asal Indonesia.

Hal itu diungkapkan Director MHTC Marketing-Indonesia, Farah Delah Suhaimi saat berkunjung ke Harian Jogja, Selasa (24/9/2019).

Ia mengatakan saat ini Indonesia adalah pasar luar negeri terbesar bagi rumah sakit di Malaysia. Jumlah pasien asal Indonesia ke Malaysia pada tahun ini mencapai 900.000 orang.

"Sejalan dengan potensi tersebut, Pemerintah Malaysia menyambutnya dengan memberikan informasi melalui MHTC. Kami yang diberi tanggung jawab untuk memberikan informasi tentang rumah sakit di Malaysia untuk pasien Indonesia," jelas Farah.

Saat ini, lanjutnya, ada lebih dari 200 rumah sakit di Malaysia. Dari jumlah itu, ada 73 rumah sakit yang bergabung di bawah naungan MHTC untuk dipromosikan di Indonesia.

Dalam mempromosikan, MHTC memberikan informasi tantang karakteristik rumah sakit dan dokter-dokternya. Dengan demikian, pasien akan memiliki gambaran untuk memutuskan di rumah sakit mana mereka akan menjalani pengobatan saat di Malaysia nanti. "Bahkan kami juga memfasilitasi appointment, sehingga memudahkan pasien saat sampai di Malaysia nantinya," tambah Farah.

Informasi ini bisa diakses pasien di MHTC yang sudah membuka perwakilan di Jakarta. Selain itu, mereka juga bisa mengakses secara online melalui media sosial dan email. MHTC biasanya akan memberikan rekomendasi tiga rumah sakit yang sesuai dengan kondisi pasien. Bahkan, pasien juga bisa mendapatkan informasi prakiraan harga layanan rumah sakit tersebut.

Farah menambahkan, rumah sakit di Malaysia memiliki kelebihan dibanding negara lain, yakni harga yang dikawal oleh Pemerintah. Dengan demikian, ia memastikan tarif pelayanan kesehatan di Malaysia tidak terlalu mahal.

Ia mengakui untuk mendapatkan informasi seperti ini, calon pasien bisa meminta bantuan agen perjalanan. Namun menurutnya, agen perjalanan biasanya hanya bekerjasama dengan beberapa rumah sakit dan mereka hanya akan merekomendasikan rumah sakit yang memberikan komisi pada mereka. "Ini beda dengan MHTC yang tidak mendapatkan komisi sehingga informasi yang kami berikan netral," tambahnya.

Rumah sakit yang direkomendasikan sebagian besar di Kuala Lumpur, namun ada pula yang di Penang dan Johor. Fasilitas kesehatan yang diberikan tidak hanya pegobatan tetapi juga pemeriksaan kesehatan (medical check up). Nantinya, calon pasien juga bisa sambil berwisata usai melakukan pemeriksaan kesehatan.

Renata Devita, Senior Executive MHTC Marketing-Indonesia menambahkan tahun depan Pemerintah Malaysia akan mempromosikan Kunjungan Wisata Kesehatan ke Malaysia dengan menargetkan jumlah wisatawan minat khusus ini mencapai 1 juta orang. Jumlah ini mencapai seperempat dari target keseluruhan wisatawan asal Indonesia di Malaysia yang mencapai 4 juta orang.

Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono mengungkapkan promosi paket wisata seperti ini akan sangat bermanfaat bagi warga di DIY. "Sebab saat ini, lalu lintas keluar negeri melalui DIY lebih mudah dengan adanya Yogyakarta International Airport di Kulonprogo," katanya. (Nina Atmasari)