Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi sampah./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA--Pemkot Jogja menyerahkan tujuh sepeda motor roda tiga kepada tujuh kecamatan, Jumat (27/9/2019). Penyerahan ini merupakan bagian dari program Adipura Kecamatan yang diselenggarakan tahun ini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Suyana, menjelaskan dari 14 kecamatan di Kota Jogja, tujuh kecamatan dinyatakan layak mendapat penghargaan dan hadiah berupa motor roda tiga. Ketujuh kecamatan ini di antaranya Kotagede, Mantrijeron, Gondomanan, Gondokusuman, Danurejan, Jetis, dan Tegalrejo.
Indikator kecamatan yang mendapat hadiah motor roda tiga adalah kecamatan yang dalam penilaian Adipura mendapat skor di atas 72. "Sistem yang kami gunakan bukan lomba atau kompetisi, tetapi passing grade. Jadi kalau nilainya mencapai 72 kami berikan penghargaan," ujarnya, Jumat.
Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kata dia, jumlah penghargaan yang diberikan lebih banyak. Tahun lalu tercatat hanya ada tiga kecamatan yang menerima pemberian sepeda motor roda tiga, yakni Gondomanan, Danurejan dan Jetis.
Dia berharap sepeda motor roda tiga itu bisa dimaksimalkan oleh kecamatan penerima untuk keperluan kebersihan dan keindahan wilayah mereka masing-masing.
Tak hanya soal program kebersihan dan keindahan di wilayah tersebut, indikator penilaian Adipura Kecamatan juga menyangkut soal penerapan program tersebut. "Camat sudah presentasi soal profil kecamatan, kegiatannya apa saja yang mendukung terkait dengan kebersihan dan keindahan," kata dia.
Dia juga mengimbau para camat untuk membuat neraca sampah. Hal ini sebagai upaya mendukung target pengurangan sampah nasional sebanyak 30%.
Saat ini Kota Jogja kata dia telah berhasil mengurangi sampah sampai 27%. "Harapannya sejak dari kecamatan sudah bisa menghitung berapa sampah yang terkurangi," katanya.
Menurut dia masyarakat bisa berkontribusi dalam pengurangan sampah ini dengan beberapa kegiatan, sepertu bank sampah, pembuatan kompos, biopori dan lainnya. Faktor terbesar yang banyak mengurangi sampah kata dia yakni pemulung di TPS, bank sampah dan Rumah Kompos. "Pemulung itu ada dua sisi. Di satu sisi kadang ngotori tempat, tapi dia juga mendukung pengurangan sampah. Maka kami juga buatkan rumah singgah untuk menampung barang-barangnya. Tapi harus segera dibawa keluar," ujar dia.
Camat Kotagede, Rajwan Taufik, menuturkan motor roda tiga yang telah diserahkan untu kecamatannya akan dimanfaatkan untuk kegiatan monitoring wilayah. "Seperti bank sampah, distribusi kompos dan sebagainya. Untuk mendorong agar pengelolaannya lebih efisien," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan Rephaim, entitas kuno yang memperluas teror hingga satu wilayah. Tayang 8 Oktober 2026.
Polisi mengamankan remaja di Maguwoharjo, Sleman, setelah kecelakaan. Polisi menemukan celurit 50 cm yang diduga akan digunakan untuk tawuran.
Indonesia ditahan Malaysia 0-0 di FIFA ASEAN Cup 2026. Media Vietnam menyoroti permainan Garuda setelah Thom Haye dikartu merah.
Pedal rem mobil tiba-tiba keras bisa menandakan masalah pada booster, minyak rem, kampas hingga komponen pengereman lainnya.
Longsor salju menerjang Base Camp Himlung Himal di Nepal. Empat jenazah ditemukan, sementara 12 orang masih hilang.