Ini Dia Metode Sensus yang Dipakai BPS Sleman Tahun Depan

ILustrasi Administrasi kependudukan - JIBI
27 September 2019 15:37 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Pusat Statistik (BPS) Sleman akan menggunakan metode kombinasi dalam melakukan sensus penduduk pada 2020 mendatang.

Kepala BPS Sleman Arina Yuliati mengatakan pada sensus penduduk sebelumnya pada 2010, BPS melakukan sensus dengan metode tradisional, yakni tidak dibekali dengan data dasar, namun langsung turun door to door ke masyarakat. “Sekarang, dalam melakukan sensus, kami mengikuti perkembangan zaman, jadi akan menggunakan metode kombinasi,” kata dia, Kamis (26/9/2019).

Metode kombinasi, kata dia, dilakukan dengan cara memanfaatkan data penduduk yang sudah ada di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), lalu diverifikasi secara langsung ke masyarakat. “Jadi metode ini adalah penggabungan antara sensus online dan sensus manual,” ucap dia.

Adapun tahapan untuk sensus penduduk 2020 yakni, pada Februari-Maret tahun depan akan dilangsungkan sensus penduduk online dengan metode computer assisted web interviewing (CAWI). Lalu pada Juli, akan dilakukan pemeriksaan data penduduk, verifikasi lapangan, serta pencacahan lengkap. “Salah satu alasan digunakan metode seperti ini dalam sensus adalah untuk mengatasi responden yang tidak tersentuh oleh petugas sensus,” ucap dia.

Sekretaris Disdukcapil Sleman, Heru Joko Indarto mengaku siap membantu BPS Sleman dalam sensus penduduk tahun depan. Terkait dengan sensus penduduk, Disdukcapil Sleman diakui dia telah beraudiensi. “Semua kegiatan yang berhubungan dengan catatan sipil, seperti perkawinan, perceraian, kelahiran dan kematian, sudah dilaksanakan pencatatan dengan baik. Data tersebut akan jadi basis sensus nanti," ujar dia.