Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Sempat Demam dan Kejang
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Wisatawan berfoto bersama tokoh hantu bersama pengunjung Tugu Pal Putih Jogja, Selasa (1/10) malam./Harian Jogja-Devi Indah Yani (M132)
Harianjogja.com, JOGJA – Sejumlah wisatawan yang mengunjungi Tugu Pal Putih Jogja menyayangkan keberadaan figur hantu pocong dan hantu valak di kawasan tersebut yang dinilai tidak mencerminkan kekayaan budaya Kota Jogja yang selama ini dikenal sebagai kota budaya.
Sejumlah hantu itu selama ini menjadi teman selfie para wisatawan.
Salah stau wisatawan Muhammad Musa Abdullah mengaku menyayangkan tidak ada lagi penampilan tokoh yang mencerminkan budaya di sekitar Tugu Pal Putih sebagai spot untuk berfoto. “Akan lebih bagus lagi kalau, mereka [si pemeran hantu] ini melanjutkan penampilan yang lalu yang ada hubungan dengan budayanya, karena dari itu kita bisa melihat karakteristik dari jogja sendiri,” ungkapnya, Kamis (3/10/2019) malam.
Keluhan serupa juga diutarakan pengunjung Tugu Jogja lainnya, Muhammad Ikhsan, mahasiswa asal Pekanbaru yang sedang magang di salah satu perusahaan di Jogja.
“Kurang cocok saja, soalnya tugu ini kan seperti wajahnya Jogja, kalau hantu yang muncul kurang bagus soalnya enggak melambangkan Kota Jogja sama sekali,” ungkapnya.
“Kalau yang ditampilkan itu Budaya atau hal hal yang lebih menggambarkan kota Jogja kayaknya lebih bagus,” tuturnya.
Hartono salah satu tokoh hantu yang memerankan Valak, mengunggkapkan dari awal mereka sengaja mengangkat karakter hantu, dikarenakan saat itu sudah ada yang memerankan tema budaya. “Sejak tahun 2014 kami menampilkan karakter hantu ini, seperti yang sudah saya katakan bukannya tidak ada karakter lain yang berhubungan dengan budaya. Hanya saja mereka sekarang sudah tidak aktif lagi,” ungkapnya saat ditemui Kamis (3/10) malam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
3D printing mulai meluas di Jogja, digunakan keluarga, UMKM, mahasiswa hingga pendidikan untuk kreativitas, produksi dan pengembangan produk.
Riyanda selamat dari tenggelamnya Virgo Transport 8 setelah berpegangan tripleks selama terombang-ambing di Laut Jawa.
Kawasan industri Gunungkidul diperluas menjadi sekitar 1.500 hektare untuk menarik investasi dan perusahaan besar serta menyerap tenaga kerja.
Kontes nasional kambing Kaligesing di Kulon Progo diikuti 300 peserta. Ternak unggul disebut bernilai hingga ratusan juta rupiah.
Kecelakaan Virgo Transport 8 yang membawa 243 penumpang akan diinvestigasi KNKT. Sebanyak 113 orang telah dievakuasi dan 130 masih dicari.