Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Wisatawan berfoto bersama tokoh hantu bersama pengunjung Tugu Pal Putih Jogja, Selasa (1/10) malam./Harian Jogja-Devi Indah Yani (M132)
Harianjogja.com, JOGJA – Sejumlah wisatawan yang mengunjungi Tugu Pal Putih Jogja menyayangkan keberadaan figur hantu pocong dan hantu valak di kawasan tersebut yang dinilai tidak mencerminkan kekayaan budaya Kota Jogja yang selama ini dikenal sebagai kota budaya.
Sejumlah hantu itu selama ini menjadi teman selfie para wisatawan.
Salah stau wisatawan Muhammad Musa Abdullah mengaku menyayangkan tidak ada lagi penampilan tokoh yang mencerminkan budaya di sekitar Tugu Pal Putih sebagai spot untuk berfoto. “Akan lebih bagus lagi kalau, mereka [si pemeran hantu] ini melanjutkan penampilan yang lalu yang ada hubungan dengan budayanya, karena dari itu kita bisa melihat karakteristik dari jogja sendiri,” ungkapnya, Kamis (3/10/2019) malam.
Keluhan serupa juga diutarakan pengunjung Tugu Jogja lainnya, Muhammad Ikhsan, mahasiswa asal Pekanbaru yang sedang magang di salah satu perusahaan di Jogja.
“Kurang cocok saja, soalnya tugu ini kan seperti wajahnya Jogja, kalau hantu yang muncul kurang bagus soalnya enggak melambangkan Kota Jogja sama sekali,” ungkapnya.
“Kalau yang ditampilkan itu Budaya atau hal hal yang lebih menggambarkan kota Jogja kayaknya lebih bagus,” tuturnya.
Hartono salah satu tokoh hantu yang memerankan Valak, mengunggkapkan dari awal mereka sengaja mengangkat karakter hantu, dikarenakan saat itu sudah ada yang memerankan tema budaya. “Sejak tahun 2014 kami menampilkan karakter hantu ini, seperti yang sudah saya katakan bukannya tidak ada karakter lain yang berhubungan dengan budaya. Hanya saja mereka sekarang sudah tidak aktif lagi,” ungkapnya saat ditemui Kamis (3/10) malam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Prabowo meminta simulasi baru kenaikan harga minyak untuk menjaga APBN dan harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir 2026.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
BRI Peduli menggelar kegiatan edukatif Hari Anak Nasional 2026 di enam sekolah penerima Program Ini Sekolahku.
Utang pemerintah melalui SBN mencapai Rp501,2 triliun hingga Juni 2026 atau 62,7% dari target APBN 2026.
Tiga remaja di Sragen menjadi korban curanmor bermodus mengaku petugas Banpol. Pelaku membawa kabur sepeda motor dan ponsel korban.