SBY Nyanyi di Distoria 2026, Festival Musik Pelajar Magelang Meriah
SBY tampil bernyanyi di Distoria 2026 Magelang dan dorong generasi muda mengembangkan seni, musik, dan pendidikan.
Komandan Lanal Yogyakarta Kolonel Marinir Bambang Adriantoro, sedang menanam pohon mangrove di kawasan konservasi mangrove Wanatirta, Dusun Pasir Mendit, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Senin (7/10/2019). /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO-- Pangkalan TNI AL (Lanal) Yogyakarta menanam ribuan bibit pohon mangrove di kawasan konservasi mangrove Wanatirta, Dusun Pasir Mendit, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, Senin (7/10/2019).
Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke 73 itu bertujuan untuk mengembalikan kondisi hutan mangrove di lokasi tersebut yang rusak akibat faktor alam maupun ulah manusia.
Sebanyak 2.000 bibit pohon mangrove disediakan Lanal Yogyakarta. Dibantu jajaran TNI Angkatan Darat, Angkatan Udara, kepolisian, unsur pemerintah desa, kecamatan, siswa sekolah dan elemen masyarakat, ribuan bibit itu ditanamkan di sejumlah titik yang rusak. Ada pula bibit yang ditanam di beberapa lokasi yang belum ditumbuhi mangrove.
Komandan Lanal Yogyakarta Kolonel Marinir Bambang Adriantoro, mengatakan kegiatan ini serentak dilakukan oleh jajaran TNI AL di seluruh Indonesia. Total bibit yang ditanam mencapai 300.074 buah.
"Dan untuk wilayah DIY yang memang dipusatkan di sini [Dusun Pasir Mendit] ada 2.000 bibit," kata Bambang di sela-sela acara, Senin.
Bambang mengatakan keberadaan mangrove di pesisir DIY sangatlah penting. Sebab, pohon ini memiliki batang yang kuat sehingga mampu meminimalisir terjadinya abrasi. Dari pemantauannya, pengikisan daratan akibat gelombang laut itu melanda seluruh pesisir DIY. Sayangnya, belum semua pesisir ditanami pohon ini.
"Itulah kenapa mangrove dipilih untuk kegiatan ini, selain menahan abrasi, penanaman pohon ini juga bertujuan untuk mitigasi bencana," terangnya.
Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Wanatirta, Warsa Suwita mengapresiasi kegiatan ini. Sebab, kegiatan ini membantu pihaknya selaku pengelola dalam upaya melestarikan mangrove.
Diakuinya pelestarian mangrove bukanlah hal mudah. Terutama saat pohon itu masih berbentuk bibit. Perawatan ekstra diperlukan agar tidak mudah rusak. Saat dewasa pun perawatan harus tetap rutin dilakukan. Jika tidak maka mangrove dapat mati. Kematian mangrove sendiri bisa disebabkan oleh faktor alam maupun manusia.
Untuk alam, sudah melanda kawasan tersebut. Sejak Muara Congot ditutup beberapa waktu terakhir, air di kawasan tersebut jadi menggenang. Kondisi ini mendatangkan hama siput darat. Oleh masyarakat hama itu disebut sumpil.
"Akibatnya lima persen dari total populasi pohon mangrove di lahan seluas delapan hektare di sini mati, sumpil itu memakan batang pohon, yang tidak kuat akhirnya layu," terangnya.
Sedangkan kerusakan karena faktor manusia lebih kepada minimnya kesadaran masyarakat. Hingga sekarang masih ditemui sampah rumah tangga yang mengotori kawasan hutan mangrove di sana.
"Biasanya muncul pas banjir, sering banget ditemukan plastik sama sterofoam, ini menunjukkan jika kesadaran masyarakat masih rendah," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SBY tampil bernyanyi di Distoria 2026 Magelang dan dorong generasi muda mengembangkan seni, musik, dan pendidikan.
Google rilis Gemini 3.5 Transcribe, AI speech-to-text 70% lebih cepat dari Chirp 3. Bisa hilangkan kata pengisi, support 85 bahasa, dan sudah di Gboard Pixel 11
UGG Gunungsewu akan menjalani revalidasi 2027. Pemkab Gunungkidul mulai memperbaiki catatan evaluasi 2023 dan menyiapkan dokumen.
Yamaha YZF-R2 meluncur di India dengan tiga varian. Harganya mulai Rp42,8 juta dan bobotnya 2,8 kg lebih ringan dari R15.
Jadwal bola malam ini 27-28 Agustus 2026 menghadirkan Chelsea, Barcelona, serta laga kualifikasi Liga Europa dan Conference League.
Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY menggelar Workshop Festival Teater DIY 2026 di Societeit Militaire Taman Budaya Yogyakarta (TBY