Dewan Desak Pembangunan SPBU Khusus untuk Nelayan

Sejumlah nelayan Pantai Baron, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, bergotong royong untuk menaikkan perahu ke tempat yang lebih aman, Jumat (5/7/2019). - Istimewa/SAR Satlinmas Wilayah II DIY
11 Oktober 2019 20:07 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mendesak Pemkab membangun stasiun pengisian bahan bakar khusus untuk nelayan. Usulan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan sejumlah pihak terkait khususnya untuk mengatasi persoalan sulitnya nelayan mendapatkan BBM. “Usulan ini merupakan usulan jangka panjang,” kata Endah, Jumat (11/10/2019).

Endah mengungkapkan rencananya pembanguan SPBU khusus nelayan itu berada di beberapa lokasi seperti Pantai Sadeng, Pantai Ngerenehan dan satu titik lagi yang masih perlu dibahas.

Untuk menjamin ketersediaan BBM bagi nelayan, Dewan, menurut Endah, siap berkooordinasi dan membuat memorandum of understanding [MoU] khususnya dalam menerbitkan izin BBM subsidi bagi nelayan di Gunungkidul. “Karena kalau enggak ada MoU, polisi juga bisa menindak pembelian BBM yang tanpa disertai MoU,” kata dia.

Seorang nelayan di Pantai Sadeng, Kecamatan Girisubo, Agung Widodo, 39, mengapresiasi langkah DPRD Gunungkidul yang mendorong pembangunan SPBU khusus bagi nelayan. Selama ini nelayan di Pantai Sadeng kesulitan membeli BBM sesuai aturan baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dengan hadirnya SPBU di wilayah terdekat, maka sangat membantu nelayan kecil. “Kami sangat terbantu jika nanti ada SPBU khusus untuk nelayan. Selama ini kami kesulitan memperoleh BBM untuk melaut. Kami harus membeli ke SPBU yang jaraknya sekitar 30 kilometer dari Sadeng,” kata Agung.

Ia berharap pembangunan SPBU di wilayah Pantai Sadeng dan wilayah lainnya bisa segera terealisasi. “Harapannya pemerintah bisa segera merealisasikan pembangunan SPBU khusus untuk nelayan di Sadeng dan sekitarnya,” kata dia.