Pasar Keroncong Kotagede Digelar Lagi, Catat Tanggalnya

Ilustrasi pentas musik keroncong. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
16 Oktober 2019 21:07 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kompleks Pasar Kotagede, Jogja, kembali menjadi lokasi digelarnya Pasar Keroncong Kotagede. Kegiatan tahunan yang akan menyuguhkan beragam pertunjukan dan pernak pernik seputar keroncong itu rencananya digelar pada Sabtu (19/10/2019) mendatang.

Pasar Keroncong Kotagede yang kali ini mengusung tajuk Keroncong Tak Pernah Padam tersebut akan diramaikan oleh orkes keroncong dari berbagai daerah, di antaranya Orkes Pasar Keroncong feat Brian Prasetyoadi; Orkes Keroncong Madusari feat Subarjo HS; Orkes Keroncong Zigma dari Solo, Jawa Tengah; dan Orkes Keroncong Svarama dari Semarang, Jawa Tengah.

Ketua Pasar Keroncong Kotagede, M Natsir, menjelaskan berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini tidak ada panggung tak dibangun tepat di depan pasar karena lantaran adanya renovasi jalan. Nantinya, kata dia, tiga panggung utama yakni Kajengan, Sopingen dan Kudusan akan ditempatkan di sekitar pasar, tepatnya di kompleks permukiman sebelah barat pasar.

Menurut dia, Pasar Keroncong Kotagede merupakan upaya mendokumentasikan proses sejarah perkembangan keroncong dari tahun ke tahun. "Ada video, foto, dan pemain yang bisa dijadikan data sekaligus narasumber sejarah autentik," katanya, Rabu (16/10/2019).

Selain itu melalui Pasar Keroncong Jogja, musik keroncong diharapkan bisa lebih mudah diterima khususnya generasi muda. "Keroncong sebagai musik yang diakui di Indonesia sebenarnya sudah enak dinikmati, tapi kalau kemasannya ngawur akan membuat orang tidak tertarik," ujarnya.

Salah satu pemain keroncong legendaris, Subarjo HS, mengungkapkan di Kotagede, keroncong sudah dimainkan sejak 1930 oleh Orkes Keroncong Terang Bulan. Musik itu terus berkembang hingga pada 1960, musik keroncong menjadi salah satu genre musik yang digandrungi.

Hingga pada 2000, di Kotagede sudah ada setidaknya 17 grup keroncong. Saat ini, imbuh Subarjo HS, musik keroncong kian beragam dengan berbagai gaya dan instrumen. "Meski usia keroncong semakin tua, namun selalu memuat semangat muda dalam pelestariannya," ujar penyanyi yang sudah menggeluti dunia keroncong sejak 1962 tersebut.