Berdoa untuk Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, Warga Jogja Gelar Parade Merah Putih

Kirab merah putih dalam rangka menyongsong pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih hasil Pemilu 2019, Jokowi-Ma'ruf. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
20 Oktober 2019 00:57 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin didapuk sebagai Presiden dan Wakil Presiden untuk periode 2019-2024. Keduanya dilantik pada Minggu (20/10) ini. Sebelum dilantik, masyarakat Jogja ikut mendoakan keduanya agar mampu menjalankan amanah dengan baik.

Masyarakat dari berbagai elemen menuju Gedung DPRD DIY. Di halaman gedung wakil rakyat itu mereka berkumpul. Mereka mulai membentuk barisan sesuai warna dan kostum busananya. Mereka memulai langkah untuk menampilkan parade budaya. Tidak asal parade, karena yang diusung adalah parade merah putih. Yakni menyongsong pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih hasil Pemilu 2019, Jokowi-Ma'ruf.

Sedikitnya, terdapat 45 kontingen yang berbaris. Mereka berasal dari berbagai elemen, mulai pelajar, mahasiswa, kelompok seni, budaya, abdi dalem kraton, beragam komunitas hingga organisasi masyarakat. Mereka berjalan kaki dari gedung DPRD DIY hingga benteng Vredeburg kawasan Malioboro.

Di sepanjang jalan Malioboro, masyarakat yang ikut menonton tidak kalah banyak. Mereka berbaris rapi dari kedua sisi kawasan pedestrian. Barisan terdepan parade diawali pasukan pengibar bendera. Di susul kemudian oleh barisan para abdi dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman dengan busana khas surjan pranakannya.

Iringan musik dari Marching Band Universitas Gajah Mada ikut meramaikan suasana. Parade juga diisi oleh atraksi barongsai. Ada juga peserta yang membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 74 meter yang melambangkan usia kemerdekaan Republik Indonesia.

Karena panitia menyebut parade Merah Putih sebagai bentuk wujud syukur pelantikan Jokowi-Ma'ruf sebagai Presiden dan Wakil Presiden, maka beragam gunungan hasil bumi juga diarak. Ada gunungan salak dari Sleman, gunungan Bakpia dari Kota Jogja, gunungan Geplak dari Bantul, dan gunungan sayur mayur lainnya.

Menurut panitia, Keberadaan gunungan tersebut terselip moral agar Jokowi-Makruf mampu menjadi pemimpin yang membawa manfaat bagi rakyat. Masyarakat Jogja berharap Jokowi-Ma'ruf dapat memakmurkan rakyat Indonesia. Pada akhirnya, gunungan-gunungan itu pun dibagikan kepada masyarakat.

Tak kalah menarik, kontingen grobak sapi yang membawa Foto Jokowi dan Ma'ruf. Masing-masing foto berada di grobak berbeda. Keberadaan foto dalam grobag sapi ini memiliki pesan agar kepemimpinan Jokowi-Makruf berkarakter prasojo (sederhana). Jokowi-Makruf diharapkan juga memiliki visi kerakyatan dan selalu memihak pada wong cilik.

Parade ditutup dengan penampilan dari penyanyi Edo Kondologit. Artis kelahiran tanah Papua ini membawakan empat lagu, Aku Papua, Pancasila Rumah Kita, Indonesia Pusaka dan Gebyar-Gebyar.

"Kami ikut berpartisipasi dalam Parade Merah Putih ini untuk ikut menjaga stabilitas berbangsa dan bernegara. Kami juga mengajak masyarakat ikut mendukung pelantikan Presiden Joko Widodo dan Makruf Amin," kata Koordinator Kontingen Pemuda Pancasila Kota Jogja, Bambang.

Parade Merah Putih di Jogja memang berlangsung meriah dan menjadi tontonan bagi masyarakat dan wisatawan di Malioboro. Kegiatan tersebut mampu menyedot perhatian publik. Parade pun menjadi ajang swafoto bersama peserta parade.