Kuliah tentang Sukarelawan Digelar di Sleman

Dewan Pembina ACT, Ahyudin (tengah) memberikan sambutan dalam kuliah visi kerelawanan dan re-launching ARI, di Dusun Gondanglegi, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem pada Minggu (20/10/2019) - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
20 Oktober 2019 22:37 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Akademi Relawan Indonesia (ARI), Aksi Cepat Tanggap (ACT), dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) menggelar kuliah visi kerelawanan dan re-launching ARI di Dusun Gondanglegi, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem pada Minggu (20/10/2019).

Kepala ARI, Andri Perdana mengatakan sejak dimulainya pelatihan melalui ARI pertama kalinya di 2018, total sudah digelar 130 pelatihan relawan sampai saat ini. Dari ratusan pelatihan itu, 4.716 orang ikuti pelatihan.

"Pelatihan kerelawanan diberikan dalam 23 bentuk, materinya mulai dari kebencanaan, pemberdayaan, pendidikan, media, medis, sampai lingkungan," ungkap Andri pada Minggu (20/10/2019).

Ia mengatakan, pada Minggu (20/10/2019) dalam kuliah visi kerelawanan itu peserta akan diberikan modul pelatihan. Tidak hanya materi, tapi juga praktik. "Relawan itu kini tidak hanya dibutuhkan jumlahnya yang banyak saja, tapi juga keterampilannya," ungkap Andri.

Dewan Pembina ACT, Ahyudin mengatakan, adanya ARI, merupakan bagian dari keseriusan bidang kerelawanan. "Kita ingin saking seriusnya kerelawanan itu, harus ada akademinya. Jadi kita coba elaborasi secara dalam, bagaimana gagasan kerelawanan ini tumbuh menjadi visi. Dikonsep secara baik dan diorganisasi secara baik," ujarnya pada Minggu.

Ia menjelaskan, sukarelawan bukan pekerjaan yang sepele, enteng, dan biasa-biasa saja. Tapi menurutnya, relawan merupakan sebuah pekerjaan yang membutuhkan keahlian dan sifatnya profesional.

Relawan tidak hanya harus siap pada saat bencana alam saja, tapi juga siap setiap saat. "Di luar bencana alam, ada bencana lain yang sifatnya laten, yaitu bencana kemiskinan," tutur Ahyudin.

Pada kuliah visi kerelawanan, yang ikut serta menjadi peserta pelatihan yaitu dari pimpinan dan pengurus ACT juga MRI tiap daerah. Ia berharap, ke depan, cakupan pelatihan kerelawanan menyasar pada lapisan masyarakat yang lebih luas lagi.

"Harapannya, dari ARI ini bisa melahirkan energi-energi sumber daya hebat di bidang kerelawanan, juga memberikan andil positif terhadap lingkungan, baik skala mikro, nasional, maupun global," terang Ahyudin. (Fahmi Ahmad Burhan)