Soal Izin PSIM Jogja Pasca-rusuh Derbi Mataram, Ini Jawaban Tegas Sri Sultan HB X

Sultan HB X memberikan keterangan kepada wartawan setelah apel operasi lilin Progo 2018 di Mapolda DIY, Jumat (21/12/2018). - Harian Jogja/Yogi Anugrah
22 Oktober 2019 19:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-- Raja Kraton Jogja sekaligus Gubernur DIY Sri Sultan HB X kesal dengan ulah suporter PSIM dalam kerusuhan Derby Mataram pada Senin (21/10/2019).

Sultan mengaku prihatin atas aksi kekerasan dan perusakan terhadap aset-aset negara pasca-pertandingan antara PSIM dan Persis Solo yang berakhir dengan kekalahan PSIM dengan skor 2-3 di Stadion Mandala Krida.

"Saya gak ngerti kenapa mereka melakukannya, alasannya tidak jelas para pendukung PSIM itu harus melakukan kekerasan dan perusakan terhadap aset aset negara," ujar Sri Sultan Hamengkubuwono saat memberikan Orasi Ilmiah di Sekolah Tinggi Multi Media, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Selasa (22/10/2019).

Terkait dengan regulasi, Sultan juga akan memikirkan kembali soal izin yang diberikan. "Kalau yang dipertontonkan kekerasan seperti ini lebih baik tidak usah ada izin aja," tegasnya,

Sultan mengaku tidak bisa melarang sebuah pertandingan sepak bola untuk berjalan. "Tapi akhirnya kan pertandingan sepak bola itu tidak bermanfaat, karena hanya memberikan ruang kepada orang orang yang tidak beradab," jelasnya.

Terkait dengan evaluasi, lanjut Sultan, wewenangnya berada di Pemerintah Kota Jogja. "Namun yang pasti aksi kekerasan kemarin akan menjadi pertimbangan, apalagi Mandala Krida habis direnovasi," terangnya.

Penonton, kata Sultan, yang hakekatnya adalah warga Jogja justru malah berperilaku brutal dan tidak beradab tanpa ada alasan yang jelas. "Kalau seperti ini bukan bola yang kita lihat tapi pertunjukan kekerasan, mending enggak usaha ada sepakbola aja di Jogja, karena akan membangun orang orang yang tidak beradab," tuturnya.