Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Dua orang mogok makan di depan Kantor Grab Yogyakarta, Kamis (24/10/2019)./Harian Jogja-Fahmi Ahmad Burhan
Harianjogja.com, SLEMAN—Peserta aksi mogok makan dari Front Independent Driver Online Indonesia di depan Kantor Grab Yogyakarta masih bertahan. Sampai hari ketiga, sudah dua orang dilarikan ke rumah sakit.
Wakil Presiden Front Independent Driver Online Indonesia Andi Kartala mengatakan pada Kamis (24/10/2019), tinggal dua orang yang masih bertahan mogok makan.
“Semalam ada dua orang yang dibawa ke rumah sakit, satu karena sesak napas, satu lagi perutnya sakit,” kata dia.
Kedua orang itu dibawa ke Rumah Sakit Panti Rini, Sleman, Rabu (23/10/2019) malam dan setelah dirawat keduanya sudah pulang lagi sejak Kamis (24/10) pagi.
Kedua orang yang masih bertahan di depan Kantor Grab Yogyakarta itu pun kondisinya kini sudah mulai lemas. “Mulai dehidrasi, badannya panas,” ucap Andi.
Kini, menurut Andi, Grab belum juga bisa memenuhi semua tuntutan. Hanya satu poin tuntutan yang sudah dibahas antara peserta aksi dan Grab pada Rabu (24/10/2019) kemarin.
“Kemarin [Selasa, 23/10] siang diajak ketemuan, hanya dipenuhi satu poin tuntutan, yaitu poin terkait penghapusan sistem skema yang dianggap diskriminatif dan tidak transparan dari pihak Grab,” kata Andi.
Andi mengatakan Front Independent Driver Online Indonesia akan tetap bertahan mogok makan sampai semua tuntutan dipenuhi. Ada beberapa sukarelawan medis yang berjaga untuk mengecek kondisi tubuh peserta aksi mogok makan,
Hingga saat ini, aksi mogok makan sudah berlangsung sampai hari ketiga. Aksi dimulai Selasa (22/10/2019). Sebelum demonstran mogok makan, Kantor Grab Jogja sudah tutup, tetapi ada beberapa perwakilan dari manajemen Grab yang menemui peserta aksi saat aksi dimulai.
Ada tujuh tuntutan yang dilayangkan kepada Grab, antara lain penghapusan sistem skema yang dianggap diskriminatif dan tidak transparan, pembukaan fitur Grabcar bagi reguler di area Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA), penghapusan pungli Rp2.000 per trip atau penghilangaan potongan 20%.
Tuntutan lainnya, aplikator dituntut untuk menuntaskan pemutakhiran data atau open suspen driver real individu, transparan dalam aturan putus mitra agar lebih fair, penghapusan potongan tambahan dari koperasi. Terakhir, demonstran menuntur aplikator memeratakan order sesama mitra.
Dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Kamis (24/10) City Manager Grab Yogyakarta Hervy Deviyanto mengaku mengapresiasi aksi tersebut. “Yang penting berjalan tertib dan damai,” katanya.
Hervy mengatakan semua tuntutan demonstran sudah dijelaskan kepada mitra pengemudi saat mediasi pada 3 Oktober lalu. Semua tuntutan, menurutnya, sudah masuk dalam standar operasional prosedur (SOP) Grab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cara mematikan download otomatis WhatsApp di Android dan iPhone agar foto, video, audio, serta dokumen tidak memenuhi memori HP
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero%
Timnas voli putra Indonesia hadapi Iran di laga penentu Pool B Asian Games 2026, Selasa 29 September pukul 14.00 WIB. Cek jadwal dan peluangnya.
KNKT mengungkap 6 faktor penyebab tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line di Bekasi Timur. Dari sinyal hingga pengereman, ini temuan lengkapnya.
Astra Motor Yogyakarta menggelar Bootcamp Road to Cari Aman Academy untuk mengasah kompetensi siswa sebagai pelopor keselamatan berkendara.