BP Jamsostek Buka Pelatihan bagi Pekerja yang Terkena PHK

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Cabang Jogja Ainul Khalid bersama Kepala BBKB DIY Titik Purwati Widowati saat penandatanganan MoU program Vokasi Indonesia Bekerja di Kantor BBKB DIY, Selasa (29/10/2019). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
30 Oktober 2019 19:07 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) di wilayah DIY diberi kesempatan untuk mengikuti program Vokasi Indonesia Bekerja. Kegiatan ini diberikan untuk menunjang keahlian dan keterampilan para mantan pekerja.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BP Jamsostek) Cabang Jogja Ainul Khalid mengatakan program vokasi tersebut hanya diberikan bagi para pekerja yang terkena PHK, masa kontrak habis atau tidak diperpanjang. Jogja, katanya, menjadi salah satu pilot project program vokasi tersebut selain Surakarta dan Semarang.

“Kami akan memberikan pelatihan sesuai keahlian masing-masing mantan pekerja yang terkena PHK, termasuk yang resign atau habis kontrak,” katanya seusai penandatanganan MoU antara BP Jamsostek Jogja dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik DIY, Selasa (29/10/2019).

Pada tahap awal, kata Ainul, BP Jamsostek Jogja bekerjasama dengan Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) DIY untuk memberikan kesempatan bagi 20 orang peserta. Para peserta akan diberikan pelatihan membatik di BBKB selama tiga pekan. Eks pekerja yang bisa mengikuti kegiatan tersebut, kata Ainul, adalah peserta yang di PHK tidak lebih dari dua tahun. Selain itu, peserta vokasi sudah menjadi peserta BP Jamsostek selama minimal satu tahun.

“Kami memiliki kuota sebanyak 225 orang untuk kegiatan vokasi ini. Setelah mendapat pelatihan kami berharap mantan pekerja tersebut bisa kembali terserap di dunia kerja. Syukur-syukur bisa membuka usaha secara mandiri. Jadi kegiatan vokasi ini lebih pada penguatan skill dan keterampilan bagi mantan pekerja,” katanya.

Selain bekerja sama dengan BBKB DIY, pihaknya juga menyiapkan kerajaan dengan instansi lainnya untuk menggelar kegiatan vokasi lainnya bagi para mantan pekerja. Seperti sektor garmen, kerajinan, pariwisata, otomotif, barista dan sebagainya.

“Yang jelas, kegiatan vokasi ini digelar sesuai dengan keinginan dan minat peserta. Tentu menyesuaikan dengan daya tampung lokasi pelatihan,” katanya.

Kepala BBKB DIY Titik Purwati Widowati mengatakan kerjasama tersebut merupakan salah satu konsen yang dilakukan BBKB untuk membangun industri kecil khususnya kerajinan batik. “BBKB memang memiliki program pelatihan membatik. Dan itu bisa digunakan untuk salah satunya oleh pelatihan vokasi ini. Kami juga memberikan pendampingan dan inkubasi melalui penguatan produksi, pembangunan bisnis dan pengembangan bisnis bagi UMKM,” katanya.