PILKADA BANTUL: 4 Orang Ikuti Penjaringan Nasdem, Salah Satunya Eks Pengurus PKS Bantul

Ilustrasi Pilkada
30 Oktober 2019 14:47 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak empat nama bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul mengambil formulir penjaringan di Partai Nasional Demokrat (Nasdem) untuk Pilkada Bantul 2020 mendatang. Keempat nama tersebut bahkan sudah menyampaikan visi misi dan strategi dalam membangun Bantul ke depan.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Nasdem Bantul, Bibit Rustamta, mengatakan empat nama yang mengambil formulir dan menyampaikan visi misinya, masing-masing adalah Suharsono, Abdul Halim Muslih, Setiya, dan Kompol Kusilah. Penyampaian visi misi disampakan dalam forum yang digelar di Heha Sky View Patuk Gunungkidul, Selasa (29/10/2019).

Selain bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul, forum tersebut juga merupakan ajang penyampaian visi misi untuk bakal calon bupati dan wakil bupati Gunungkidul dan Sleman yang akan menggelar pilkada serentak 2020 mendatang.

“Dari Bantul yang mendaftar empat orang dan kebetulan keempatnya datang semua dalam penyampaian visi misi dan strategi membangun Bantul. Sementara dari Sleman yang mendaftar tujuh orang tapi yang datang enam orang, dari Gunungkidul yang mendaftar 10 orang tapi yang datang sembilan orang,” kata Bibit, saat ditemui di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bantul, Rabu (30/10).

Dari keempat nama itu, kata dia, hanya satu nama yang mendaftar sebagai wakil bupati, yakni mantan anggota DPRD Bantul periode 2014-2019, Setiya.

Sekadar diketahui keempat orang yang mendaftar tersebut sejauh ini memang tokoh-tokoh yang sudah menyatakan akan maju dalam pilkada maupun digadang-gadang oleh partai politik. Suharsono misalnya yang kini menjabat Bupati Bantul sekaligus Ketua DPC Gerindra Bantul sudah menyatakan maju untuk periode kedua.

Abdul Halim Muslih selaku Wakil Bupati Bantul dan Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) digadang-gadang sebagai bakal calon Bupati Bantul. Bahkan PKB mengklaim dengan siapapun disandingkan Halim tetap harus jadi calon Bupati. Sementara Kompol Kusilah merupakan anggota Polri aktif yang bertugas di Polres Bantul. Kusila juga sempat masuk dalam penjaringan yang dilakukan PDIP.

Adapun Setiya kini merupakan aktivis dari Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) sekaligus mantan anggota DPRD Bantul dan pengurus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bantul. Visi dan misi yang disampaikan oleh para bakal calon Bupati dan Wakil Bupati didiskusikan dengan menghadirkan empat panelis yang terdiri dari akademisi dan kader Nasdem,” kata Bibit.

Pemaparan visi dan misi, kata dia, saat ini baru tahap pertama. Untuk selanjutnya Nasdem masih akan menyurvei para kader yang lain soal bakal calon tersebut selama dua kali yakni Desember dan Februari 2020.

Setiya, salah satu tokoh yang ikut dalam penjaringan Nasdem mengapresiasi pimpinan dan pengurus Nasdem yang sudah membuka ruang saluran demokrasi dalam bentuk penjaringan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Bantul 2020.

Bagi dia, menyampaikan visi dan misi serta berdiskusi dengan akademisi menjadi media belajar dan meningkatkan kapasitas diri. “Menguji gagasan, mempertahankan sekaligus mendapatkan feedback adalah cara asyik untuk menjadi lebih baik,” kata Setiya. “Saya berharap forum itu berkontribusi untuk Bantul agar nantinya lebih baik dan lebih asyik.”