Koleksi Museum Dipamerkan di Sekolah untuk Dukungan Pendidikan Karakter

Anak-anak TK melihat salah satu koleksi museum yang dipamerkan di SMAN 1 Kalasan, Sleman, Selasa (29/10/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
30 Oktober 2019 11:07 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Museum Benteng Vredeburg (MBV) Yogyakarta menggelar pameran melalui program Museum Masuk Sekolah di SMAN 1 Kalasan, Sleman, Selasa (29/10/2019) hingga Kamis (31/10/2019). Kegiatan pameran itu membawa sejumlah koleksi menarik yang dibawa ke sekolah tersebut untuk dipamerkan.

Setelah dibuka pada Selasa (29/10/2019) pameran museum yang dihelat di Aula SMAN 1 Kalasan tidak hanya dikunjungi siswa sekolah setempat namun juga diserbu anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK).

Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta Suharja menjelaskan, pameran sengaja digelar di sekolah untuk mendekatkan museum kepada generasi muda. Mengingat keberadaan museum sangat berperan untuk pelestarian dan pengembangan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, khususnya bagi generasi muda. Nilai museum bisa menjadi pendukung pembentukan karakter generasi muda.

"Dalam kaitan dengan nilai tambah, museum ini berperan sebagai sarana untuk membangun karakter bangsa agar generasi muda selalu berpegang pada identitas dan jati diri bangsa," terangnya, Selasa (28/10/2019). 

Identitas dan jati diri bangsa, kata dia, dapat dikenal dan dihayati generasi muda melalui pemahaman terhadap koleksi benda peninggalan bersejarah dan budaya di museum. Generasi muda sebagai generasi penerus berpotensi mewarisi nilai luhur budaya bangsa untuk bisa meneruskan dan mempertahankan ke generasi berikutnya.

"Di museum tersedia informasi berbagai aspek kebudayaan yang dapat memunculkan inspirasi sehingga dapat menumbuhkan kreativitas yang inovatif dalam pengembangan budaya nasional," ujarnya.

Salah satu koleksi asli yang tergolong menarik yang turut dipamerkan adalah dua lembar naskah sertifikat berbahasa Belanda milik Soetomo yang merupakan penggerak organisasi modern pertama di Indonesia. Para pelajar bisa mendapatkan informasi melalui narasi tentang siapa Soetomo dan apa sumbangsihnya di Indonesia.

"Meski pun tidak semua bisa kami bawa ke lokasi pameran tetapi beberapa koleksi ini diharapkan menggugah semangat patriotisme para pelajar," ujarnya.

Kepala SMAN 1 Kalasan Sleman Basuki Joko Purnomo menilai, keberadaan pameran museum di sekolahnya menjadi kesempatan bagi siswa untuk menggali lebih detail terkait sejarah perjuangan berdasarkan koleksi yang dipamerkan.

"Kesempatan baik bagi siswa kami untuk bisa melihat langsung walaupun tidak selengkap datang ke Vredeburg, sebagian yang sudah diusung ke aula bisa dipelajari siswa," katanya.