Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Ilustrasi pasar tradisional/Bisnis-Felix Jody Kinarwan
Harianjogja.com, SLEMAN—Ratusan pedagang unggas dan klithikan (barang-barang bekas) yang biasa berjualan di pinggir jalan depan Pasar Godean kini dipindah ke Pasar Kowen, Desa Sidokarto, Kecamatan Godean, Sleman. Selain unggas yang dijual tidak higienis dan bikin kotor, pemindahan itu dilakukan lantaran tempat jualan sebelumnya dianggap mengganggu arus lalu lintas.
Kepala Desa Sidokarto, Istiarto Agus Sutaryo mengatakan Pasar Kowen sebelumnya sudah mulai dibangun pada 2017 dengan menguras anggaran Pemkab Sleman sebesar Rp2 miliar. Namun karena ada kendala, baru bisa digunakan untuk lokasi pemindahan pedagang unggas dan klithikan terhitung Rabu (30/10/2019).
Ratusan pedagang unggas dan klithikan sudah menempati lokasi Pasar Kowen sejak pagi hari. "Sebenarnya pedagang yang biasa berjualan di depan Pasar Godean itu untuk klithikan ada 400-an pedagang, pedagang unggas sekitar 200 orang. Tetapi di hari pertama belum bisa tertampung semua," ujarnya, Rabu.
Meski sudah dibuka dan pedagang sudah menempati pasar, namun pembangunan Pasar Kowen belum rampung total. Secara bertahap pembangunan akan terus dilakukan sehingga bisa menampung semua pedagang klithikan maupun unggas.
Dia mengaku sudah menyiapkan siteplan pembangunan. Pengelolaan pasar diserahkan melalui BUM-Des Sidokarto karena lahan pasar itu merupakan tanah kas desa. "Dari siteplan, paling utara pasar untuk unggas, selatannya lagi untuk klithikan. Paling selatan, nanti kami sediakan juga untuk pedagang sayur yang biasa berdagang di pinggir jalan [sekitar Pasar Bibis]," ungkap Istiarto.
Pedagang sayur di pinggir jalan depan Pasar Bibis, Desa Sidokerto, Kecamatan Godean, diakui dia juga dipindah ke Pasar Kowen karena dianggap mengganggu arus lalu lintas di Jalan Bibis.
Para pedagang unggas dan klithikan akan biasa berjualan di Pasar Kowen pada setiap hari pasaran Pon. Aktivitas berdagang juga biasa dimulai pada pagi hari sampai siang hari.
Kabid Pembinaan Pengembangan dan Perdagangan Tradisional Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, Haris Martapa mengatakan pemindahan pedagang unggas dan klithikan yang sebelumnya berjualan di depan Pasar Godean itu sudah mendapatkan kesepakatan. "Sebelumnya di sana menempati sepanjang Jalan Godean. Mengganggu lalu lintas. Ada pedagang unggas juga yang higienitas unggasnya tidak terjamin," tutur Haris pada Selasa.
Lahan Pasar Kowen yang sudah ditempati pedagang itu luasnya sekitar 6.000 meter persegi. Haris mengatakan untuk hari pertama pemindahan, kondisi pedagang masih mencari format terlebih dahulu, beberapa hari ke depan, baru pedagang sudah bisa menyesuaikan dengan tempat yang ada.
Pedagang unggas yang sudah direlokasi, Lajudi, 55, mengaku masih harus menyesuaikan diri dengan tempat baru di Pasar Kowen. Dia memaklumi kalau pendapatannya di hari pertama pindah tidak akan sebesar biasanya ketika ia berjualan di Pasar Godean. Dalam sehari berjualan unggas, minimal, setengah stok yang ia siapkan laku terjual. Terkadang, semua stok pun habis. "Tetapi senang dapat tempat baru. Sebelumnya, di sana [Pasar Godean] jualan di pinggir jalan. Menganggu lalu lintas. Berbahaya juga," ujar Lajudi.
Senada, pedagang klithikan, Budiana, 46, mengatakan saat penyesuaian pembeli jelas belum begitu ramai. "Tetapi kalau dipindah, pelanggan juga nanti tetap cari. Yang penting kami ikuti aturan yang ada," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Dunia menyarankan Indonesia menghapus tax holiday dan menggantinya dengan insentif yang lebih efektif untuk mendorong investasi.
Komisi III DPR mendukung wacana Presiden Prabowo melarang total vape untuk mencegah penyalahgunaan narkoba dan melindungi generasi muda.
Daihatsu menghadirkan beragam solusi mobilitas berkelanjutan pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 di ICE BSD City, Tangerang.
BPS mencatat Indonesia mengalami deflasi 0,14% pada Juli 2026. Inflasi tahunan tercatat 2,88% dan inflasi tahun kalender mencapai 1,65%.
Gunung Semeru mengalami lima kali erupsi pada Senin pagi dengan tinggi letusan hingga 700 meter. Status gunung masih Level III atau Siaga.