Gerindra Beberkan Sejumlah Tokoh yang Bakal Nyabup di DIY, Ini Nama-namanya

Ketua Tim Penjaringan Balon Bupati dan Wakil Bupati dari Partai Gerindra DIY Dharma Setiawan (tengah) saat memberikan keterangan kepada media, Kamis (31/10/2019). - Harian Jogja/Sunartono.
31 Oktober 2019 20:42 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DIY mulai membuka pendaftaran bakal calon (balon) bupati dari luar partai untuk Pilkada 2020. Gerindra secara khusus memasukkan materi keistimewaan dalam penjaringan balon kepala daerah.

Ketua Tim Penjaringan Balon Bupati dan Wakil Bupati dari Partai Gerindra DIY Dharma Setiawan, mengatakan sejumlah nama dari internalnya sudah menyatakan kesiapan untuk maju dalam Pilkada 2020. Calon internal dari Bantul ada nama petahana Suharsono, serta Danang Wahyubroto, Nur Subiyantoro dan Agung Britantono. Kemudian Sleman ada Danang Wicaksana, Suroyo, Sukaptana dan Lastiani Warih. Sedangkan di Gunungkidul kader yang siap menjadi balon adalah RM Sinarbiyatnujanat, Purwanto dan Ngadiyono.

“Untuk calon eksternal akan dibuka pendaftaran mulai pekan depan di DPC. Jika ternyata ada calon eksternal yang potensial namun belum mendaftar, kami akan lakukan pendekatan. Saya pastikan pendaftaran tanpa mahar politik,” terangnya dalam konferensi pers di Kantor Gerindra DIY, Nitikan, Kota Jogja, Kamis (31/10/2019).

Dharma menyatakan, Gerindra sangat membuka peluang dari eksternal, terutama dari kalangan akademisi, TNI dan Polri baik yang sudah purna maupun masih aktif. Namun, ia memastikan, proses seleksi akan dilakukan sangat ketat dan secara berjenjang mulai dari DPC hingga DPP. Khusus sampai DPD, pihaknya akan menyiapkan materi khusus kepada balon, salah satunya adalah tentang keistimewaan.

Menurutnya, sebagai calon kepala daerah di wilayah DIY tidak ada pilihan lain kecuali harus menguasai terkait keistimewaan terutama konsep penerapan di tengah masyarakat. Pihaknya tidak segan untuk langsung mencoret balon yang tidak menguasai keistimewaan DIY. Setelah dinyatakan lolos menjadi calon dari Gerindra mereka juga harus menandatangani kontrak politik yang sewaktu-waktu akan ditagih jika dalam pelaksanaan menjalankan pemerintahan belum dijalankan dengan baik.

“Tidak paham soal keistimewaan kami coret, nanti akan terlihat saat presentasi balon seperti apa, karena ini DIY jadi harus memahami itu [keistimewaan], tidak bisa ditoleransi [harus memahami]. Kalau mengkritisi [keistimewaan] boleh, bagus kan demi pembangunan DIY,” ujarnya.

Anggota Tim Penjaringan Balon Bupati dan Wakil Bupati dari Partai Gerindra DIY Agung Britantono mengakui keistimewaan memang harus menjadi materi penting di DIY. Harapannya seorang balon yang menguasai materi tersebut akan bisa membangun daerah menjadi lebih baik. Selain itu, balon yang diprioritaskan Gerindra tidak hanya terkenal di daerah saja. Namun juga harus memiliki jaringan luas baik secara nasional maupun internasional.

Alasannya, karena jika sudah menjadi kepala daerah memiliki peluang untuk membangun daerah melalui jalinan banyak kerja sama, terutama bidang pengembangan pariwisata. “Karena potensi wisata ini bisa menjadi materi menarik yang bisa untuk dikembangkan di daerah di DIY, seperti halnya Gunungkidul yang saat ini wisata banyak berkembang,” ucap pria yang juga masuk dalam radar balon kepala daerah Bantul di internal Gerindra ini.

Penjaringan dan penyaringan dilakukan mulai dari DPC, kemudian diajukan ke DPD DIY untuk mendapatkan persetujuan. Setelah DPD Gerindra DIY memiliki sejumlah nama potensial, kemudian diajukan ke DPP Gerindra. Tetapi sayangnya partai besutan Menhan, Prabowo ini untuk wilayah DIY belum bisa mendaftar secara mandiri sehingga harus berkoalisi dengan partai lain.