171 Kebakaran Terjadi di Bantul Selama Musim Kemarau, Mayoritas Akibat Kelalaian Manusia

Siluet salah seorang Tim Jelajah Infrastruktur Sumatra 2019 Bisnis Indonesia menyaksikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, Kamis (12/9). - Bisnis/Nurul Hidayat
31 Oktober 2019 08:57 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Hingga memasuki musim pancaroba jumlah kejadian kebakaran di Bantul pada tahun ini terbilang cukup tinggi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menyebut penyebab utama kasus kebakaran ini mayoritas disebabkan faktor kelalaian.

Manajer Pusdalops BPBD Bantul Aka Luk luk Firmansyah meyatakan total jumlah kejadian kebakaran selama musim kemarau ini terhitung sebanyak 171 kejadian. Dengan rincian, dimulai dari bulan Mei yakni sebanyak 25 kejadian, Juni 12 kejadian, Juli 26 kejadian, Agustus 18 kejadian dan September 50 kejadian.

"Untuk bulan Oktober ini sudah ada 40 kejadian, kejadian pada musim kemarau ini didominasi oleh kasus kebakaran lahan yang presentase sebanyak 34 persen dengan total luasan 82 hektare. Kemudian disusul kebakaran kandang hewan sebanyak 30 persen, bangunan 27 persen, dan lain-lain sebanyak 9 persen," katanya ketika dihubungi Harianjogja.com pada Rabu (30/10.2019).

Kecamatan Imogiri adalah wilayah yang memiliki catatan kejadian terbanyak, yakni 23 kejadian. Lalu di bawahnya, ada kecamatan Kasihan dengan 19 kejadian. Serta Piyungan dan Sewon sebanyak 14 kejadian.

Kata Aka, mayoritas kejadian kebakaran diakibatkan karena faktor kelailain manusia. Yakni berawal dari melakukan pembakaran sampah kemudian ditinggal begitu saja.

"Dengan tidak ditunggu, tanpa diketahui api kemudian merembet ke wilayah lain dan mengakibatkan kebakaran lahan," ungkapnya.

Selain itu, kasus kebakaran lahan di Bantul juga banyak disebabkan karena perilaku masyarakat membuang puntung rokok sembarangan. Kemudian untuk kebakaran yang berada di pemukiman biasanya disebabkan karena konsleting listrik.

Sementara itu Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto meminta masyarakat Bantul harus ikut berperan untuk mengurangi angka kejadian kebarakan tersebut, pasalnya jika tidak warga tidak ikut berpartisipasi maka kejaian kebakaran akan lebih banyak.

"Perilaku atau kebiasaan-kebiasaan yang menyebabkan kebarakan harus diubah seperti membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah tanpa dijaga itu harus diubah," tegas Dwi.