Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Kolam ikan dan lahan tanaman jagung yang berada di sekitar sumur bor di Dusun Widoro Lor, Desa Bendung, Kecamatan Semin. Foto diambil belum lama ini./Istimewa-Dokumen Pemdes Bendung, Semin.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Luapan air dari sumur bor di Dusun Widoro Lor, Desa Bendung, Kecamatan Semin, yang muncul sejak beberapa waktu lalu tak hanya digunakan untuk pertanian. Oleh warga, air dimanfaatkan untuk budi daya ikan.
Kepala Desa Bendung, Didik Rubiyanto, mengatakan sejak Agustus lalu sumur bor yang dibuat di lahan milik Sutilah mengeluarkan air tanpa bantuan mesin pompa. Hingga sekarang, air terus mengalir sehingga keberadaannya dimanfaatkan untuk pertanian di sekitar lokasi. “Sebelum ada sumur kondisi lahan sangat kering. Tapi sekarang bisa ditanami jagung dan terong,” kata Didik, Jumat (1/11/2019).
Menurut dia, keberadaan sumur juga dimanfaatkan untuk budi daya perikanan. Di dekat sumur dibuat lima buah kolam yang dimanfaatkan untuk memelihara ikan. “Di sekitar sumur sekarang bisa lebih hijau meski kondisinya masih musim kemarau,” tuturnya.
Dikatakan Didik, hingga saat ini masih banyak warga, baik yang berasal dari wilayah sekitar maupun dari luar daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur, terus berdatangan untuk melihat fenomena sumur yang terus mengeluarkan air tanpa bantuan mesin pompa. “Masih banyak yang datang dan mudah-mudahan potensi ini bisa dikembangkan menjadi detinasi wisata,” kata dia.
Pemilik sumur bor, Sutilah, mengatakan sumur bor di lahan miliknya bermanfaat untuk pemeliharaan tanaman pertanian seluas kurang lebih tiga hektare dan budi daya ikan. “Untuk pemanfaatan tanpa biaya karena air dari sumur [keluar sendiri] kemudian disalurkan ke kolam dan selanjutnya ke lahan-lahan di sekitarnya,” katanya.
Dia berharap kolam-kolam ikan yang dibuat dapat memberikan nilai tambah selain dari hasil pertanian. “Yang jelas senang karena sumur bisa berguna. Dulu sebelum ada sumur bor, lahan dibiarkan kosong saat kemarau, tapi sekarang tetap bisa dimanfaatkan karena air bisa diperoleh dengan mudah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.