100 Anak Kurang Mampu di Sleman Ikut Khitanan Massal

Peserta khitanan massal yang digelar oleh PD Bank Sleman bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Sakina Idaman dan juga Keluarga Universitas Gadjah Mada (Kagama) di RS Sakina Idaman, Sinduadi, Mlati, Sleman, Sabtu (9/11/2019). - Harian Jogja/Hafid Yudi Suprobo
10 November 2019 00:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Perusahaan Daerah (PD) Bank Sleman bekerja sama dengan Rumah Sakit (RS) Sakina Idaman dan juga Keluarga Universitas Gadjah Mada (Kagama) Sleman mengadakan khitanan massal, Sabtu (9/11/2019), di RS Sakina Idaman, Sinduadi, Mlati, Sleman.

Direktur PD Bank Sleman, Muhammad Sigit, mengatakan kegiatan ini menyasar anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Sleman.

Khitanan massal melibatkan setidaknya 100 anak kurang mampu dan 10 orang dokter. Ia juga mengatakan bahwa antusiasme masyarakat untuk mengikuti khitanan massal ini terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Ini kegiatan rutin tahunan dari Bank Sleman. Jumlah pesertanya juga meningkat dibanding tahun lalu yang berjumlah 80 anak," ujar Sigit, Sabtu (9/11/2019).

Selain khitanan massal, Sigit menyebutkan Bank Sleman juga pihaknya juga akan mengadakan kegiatan sosial lainnya sebagai wujud rasa terima kasih Bank Sleman kepada masyarakat.

Antara lain, kegiatan tersebut ialah kredit tanpa bunga bagi pelaku UMKM, beasiswa jenjang SD dan SMP bagi siswa kurang mampu, dan pembagian gerobak atau bronjong bagi pelaku UMKM.

“Kita juga bekerja sama dengan Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Sleman mengadakan bedah rumah untuk Rumah Tidak Layak Huni [RTLH]. Ini juga merupakan kegiatan rutin yang kita adakan setiap tahun," ujar Sigit.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan Keberadaan Bank Sleman telah ikut berkontribusi nyata dalam membangun Kabupaten Sleman di segala bidang. Melalui penyelenggaraan kegiatan sosial khitanan massal sangat membantu warga tidak mampu dibidang kesehatan.

Pada kesempatan tersebut Sri Purnomo memotivasi dan memberikan semangat kepada anak-anak peserta khitanan.

Tak lupa, ia mendoakan anak-anak peserta khitan agar lancar dalam menjalani proses khitanan, sehingga dapat kembali beraktifitas dan kembali bersekolah seperti biasa.

Ia berharap program - program sosial seperti itu dapat terus rutin dilakukan setiap tahunnya. Selain menjadi wadah bersilaturhami, kegiatan tersebut sangat membantu bagi masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.