Rusak, 40 SD & SMP di Kulonprogo Direhab

Ilustrasi sekolah rusak. - Harian Jogja/David Kurniawan
10 November 2019 19:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo tahun ini merehab 40 sekolah dasar dan menengah memakai Dana Alokasi Khusus (DAK).

Kepala Disdikpora Kulonprogo Sumarsana mengatakan untuk SD yang dapat bantuan sebanyak 18 sekolah sedangkan SMP ada 22 sekolah. Seluruh sekolah yang tersebar di 12 kecamatan di Kulonprogo itu sebelumnya rusak sedang sehingga harus direhab.

“Tinggal menunggu selesai aja. Sebelum awal 2020 sudah selesai,” ungkapnya, Minggu (10/11). Dalam proses rehab, Disdikpora menjalankan pengawasan ekstra agar material yang digunakan untuk bangunan sekolah tidak menyalahi aturan.

Bahan material yang diproduksi pabrik seperti baja ringan juga harus berlabel standar nasional Indonesia (SNI). Keberadaan baja ringan itu untuk mengganti bangunan yang semula menggunakan rangka kayu.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SMP Disdikpora Kulonprogo Eko Suratman menambahkan dipilihnya baja ringan selain karena lebih kuat juga cenderung lebih murah dibandingkan menggunakan kayu.

Kini, sejumlah sekolah di Kulonprogo mulai beralih dari kayu ke baja ringan. “Salah satunya SMP Muhammadiyah 1 Sentolo. Dulu saat masih kayu sering rusak karena dimakan rayap sehingga untuk antisipasi, sekolah sudah mengganti ke baja ringan,” ujarnya.

Namun, panitia rehab di tingkat sekolah tidak boleh sembarangan memilih baja ringan. Mereka harus memilih baja yang sudah SNI agar ketahanananya lebih terjamin. Pada 2020 mendatang, program rehab sekolah akan kembali diadakan.

Disdikpora Kulonprogo sudah menjaring sejumlah sekolah yang layak untuk mendapatkan bantuan ini. Hasilnya, bantuan serupa bakal menyasar 12 SD dan 19 SMP di sejumlah titik di Kulonprogo.