Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Peserta ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) mnengerjakan soal menggunakan metode computer Assisted Test (CAT) di Graha Soloraya kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10). /Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, KULONPROGO - Pada seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019, Pemkab Kulonprogo membuka lowongan jalur khusus, yaitu delapan formasi untuk jalur disabilitas dari total sebanyak 360 formasi.
Bidang Pengembangan Pelatihan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kulonprogo Trusta Hendraswara menjelaskan pihaknya mengalokasikan dua persen dari total formasi untuk kalangan difabel. "Pada juknis [petunjuk teknis] tercantum formasi untuk difabel, kami patuh. Ada sekitar dua persen," kata Trusta.
Kedelapan formasi khusus itu dibutuhkan untuk ahli pertama sebagai guru kelas sekolah dasar (SD). Dituturkannya sesuai petunjuk teknis, ada delapan SD yang membutuhkan guru kelas dengan latar belakang sarjana strata 1 (S1), antara lain SDN 1 Triharjo, Wates; SDN Demen, Temon; SDN Gembongan, Sentolo; SDN Wijilan, Nanggulan; SDN Banarejo, Lendah; SDN Tangkisan, Kokap; SDN Karangsewu, Galur; dan SDN Kemendung, Panjatan.
Sesuai persyaratan CPNS, disabilitas yang mendaftar merupakan penyandang disabilitas fisik pada anggota gerak kaki yaitu tungkai dengan derajat satu atau dua, serta bukan disabilitas intelektual, mental, dan sensorik. Derajat tersebut diartikan pelamar mampu melaksanakan aktivitas atau mempertahankan sikap dengan kesulitan atau dengan alat bantu.
"Pelamar tetap perlu melampirkan surat keterangan dokter yang menyatakan kondisi disabilitasnya," kata dia. Surat keterangan dokter tersebut juga harus berasal dari rumah sakit pemerintah.
Trusta menjelaskan sudah sejak tahun lalu Pemkab Kulonprogo membuka formasi khusus untuk disabilitas. "Tahun kemarin kita buka untuk empat formasi," ujarnya.
Walau begitu, saat itu tidak semua formasi khusus terisi pelamar. Dari empat formasi, hanya ada tiga formasi yang dilamar disabilitas. Sehingga satu lowongan dialihkan ke jalur umum.
"Untuk tahun ini kami lihat dulu pendaftarnya seperti apa," kata Trusta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.