Mantan Ketua DPRD DIY Daftar Cawabup Kulonprogo

15 November 2019 04:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Mantan Ketua DPRD DIY, Yoeke Indra Agung Laksana meramaikan bursa calon wakil bupati (cawabup) Kulonprogo masa jabatan 2019-2022.

Didampingi sang istri, Rizka Afriani, pria asal Kabupaten Bantul itu mengambil formulir pendaftaran cawabup di Sekretariat Bersama (Sekber) Penjaringan Cawabup Kulonprogo, Panti Marhaen, DPC PDIP Kulonprogo, Jalan Tobanan, Dusun Dayakan, Desa Pengasih, Kecamatan Pengasih, Kamis (14/11/2019).

"Dengan mengucap Bismillah dan senantiasa memohon petunjuk dari yang Maha Kuasa, saya hadir di kantor DPC PDIP Kulonprogo, mengambil formulir pendaftaran, ini bagian dari saya untuk mengikuti aturan terkait pengisian jabatan Wabup Kulonprogo," kata Yoeke ditemui awak media usai pengambilan formulir, Kamis pagi.

Yoeke menyatakan, sebagai anggota PDIP, dirinya telah minta izin kepada Ketua DPD PDIP DIY, Nuryadi, dan Ketua DPC PDIP Kulonprogo, Sudarto, perihal keikutsertaannya dalam pengisian cawabup. Dia berniat mendedikasikan diri untuk bisa turut serta memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Kulonprogo.

"Dengan saya pernah punya pengalaman sebagai ketua DPRD DIY selama dua periode, harapannya bisa mendukung Bupati Kulonprogo saat ini Sutedjo, dalam menjalin hubungan dengan Pemda DIY," ujarnya.

Menurutnya, Kulonprogo dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DIY 2017-2022 mempunyai posisi dan peran strategis dalam mendukung program Pemda DIY. Terlebih dengan hadirnya sejumlah proyek berskala nasional seperti Pembangunan Yogyakarta International Airport (YIA) dilanjutkan rencana pembangunan Aerotropolis, serta Tanjung Adikarta dan Bedah Menoreh.

Keikutsertaannya dalam bursa wabup juga dalam rangka mendukung program yang dihasilkan Bupati Kulonprogo sebelumnya, Hasto Wardoyo. Yoeke menilai program Hasto telah sukses memajukan Kulonprogo.

Yoeke irit bicara saat disinggung alasan daftar cawabup sementara di Bantul, tempatnya tinggal, bakal digelar Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020. Dia hanya menyatakan tidak akan ikut dalam Pemilukada tersebut.

"Saya sebenarnya memang domisili Bantul, tapi dulu asalnya Gondomanan [Yogyakarta], tapi, ketika jadi Ketua DPRD, saya melihat Kulonprogo ini berpotensi, jadi apabila kemudian bisa dilakukan penataan pemerintahan, kemudian pengembangan ekonomi, maka Kulonprogo jadi daerah maju, tentunya seuai ketugasa wabup untuk dukung bupati mengangkat Kulonprogo tak boleh kalah dengan daerah lain di DIY," jelasnya.

Yoeke pernah menjabat sebagai Ketua DPRD DIY periode 2009-2014 dan 2014-2019. Dalam Pemilu 2019, Yoeke gagal merengkuh kursi dewan. Dia harus mengakui keunggulan calon legislatif PDIP lainnya yang sama-sama bertarung di Daerah Pilihan Bantul 2 atau Bantul Bagian Timur.

Petugas Penerima Pendaftaran Cawabup Sekber Penjaringan Cawabup Kulonprogo, Patria Puay mengatakan Yoeke jadi pendaftar kedua setelah sebelumnya Direktur PDAM Tirta Binangun, Jumantoro melakukan pendaftaran pada Selasa (12/11/2019).

"Untuk saat ini pendaftar kedua pak Yoeke, tadi baru ambil formulir pendaftaran cawabup. Sesuai jadwal pengembalian formulir paling lambat 17 November," ujarnya.