Sempat Melesat di Kualifikasi Moto3 Junior, Ramadhipa Raih 9 Poin
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Ilustrasi internet/Bisnis.com
Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 110 titik di Kabupaten Bantul bakal memiliki fasilitas wifi gratis. Dari jumlah yang direncanakan itu, sejauh ini sudah terpasang sebanyak 96 titik wifi gratis yang dipasang oleh Pemkab Bantul.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bantul, Fenty Yusdayati mengatakan kendati sudah banyak fasilitas wifi yang dipasang, namun belum semua desa dan objek wisata terpasang wifi gratis. Pemasangan wifi gratis, kata dia, sejauh ini memang baru difokuskan pada lokasi-lokasi yang menjadi area publik dengan harapan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memasarkan produk usaha mikro kecil menengah (UMKM).
Rencananya, imbuh dia, Pemkab bakal memasang wifi gratis di 14 titik, yang tersebar di dua area ruang publik yakni Pasar Seni Gabusan, Desa Timbulharjo, Kecamatan Sewon, dan sebuah ruang publik di Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri. “Untuk tahun depan kami sudah merencanakan pemasangan wifi di 15 titik yang ada di beberapa desa dan objek wisata,” ucap dia saat ditemui di sela-sela Lomba Dakon di History of Java Museum, Kecamatan Sewon, Bantul, Sabtu (16/11/2019).
Bisnis Rintisan
Dia menambahkan salah satu lokasi publik yang jadi sasaran pemasangan wifi gratis adalah lokasi kelompok informasi masyarakat (KIM) yang kini sudah tersebar di beberapa desa bahkan dusun. Dia berharap KIM yang sudah ada di masyarakat dapat berkembang dengan adanya jaringan Internet yang cepat.
Rencananya KIM juga akan difasilitasi petugas yang akan membantu masyarakat dalam mengakses informasi maupun berjualan produk, jualan objek wisata dan semua potensi yang ada di sekitar. “KIM ini sudah ada 25 titik. Harapannya KIM itu berkembang di semua desa. Ke depan diharapkan bisa jadi start up [bisnis rintisan] kecil-kecilan, bisa jual produk. Pokoknya bisa berkembang terus,” kata Fenty.
Disinggung soal anggaran, mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) tersebut mengatakan tidak terlalu banyak yang disiapkan karena dinasnya hanya menyiapkan pemasangan instalasi wifi dan membayar bulanannya. “Sementara lokasinya yang menyiapkan adalah masyarakat,” ucap dia.
Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, sebelumnya menyatakan kemajuan bidang pariwisata dan ekonomi kreatif perlu adanya jaringan Internet yang kuat. Dia tidak menampik saat ini masih ada wisatawan maupun warga yang mengeluh karena jaringan Internet belum banyak tersedia, terutama di beberapa di penginapan serta homestay. “Padahal homestay menjadi alternatif penginapan selain hotel di Bantul. Sampai 2021 nanti sudah tidak ada lagi wilayah yang mengalami blankspot [wilayah sonder sinyal telekomunikasi]. Pokoknya harus terkoneksi semua,” kata Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
PSIM Jogja memulai uji coba pra-musim menghadapi Beta Jaya. Pelatih Jean-Paul van Gastel menilai energi pemain positif dan fokus membangun permainan berbasis pe
Regulator keselamatan AS menyelidiki sekitar 1,2 juta kendaraan Tesla Model 3 dan Model Y terkait dugaan kegagalan komponen suspensi yang berpotensi memengaruhi
Polresta Sleman meningkatkan penanganan dugaan kekerasan seksual yang melibatkan mahasiswa UAD saat KKN ke tahap penyidikan. Pemeriksaan saksi dijadwalkan berla
Uni Eropa menginvestasikan 10 miliar euro atau sekitar Rp207 triliun untuk membangun tujuh pabrik AI raksasa. Proyek ini ditujukan untuk memperkuat posisi Eropa
Pemkot Jogja mendorong Koperasi Kelurahan Merah Putih menjadi agregator produk UMKM dan kebutuhan pokok. Produk dari Bantul dan Sleman berpeluang dipasarka