Perkuat Kualitas Layanan Kebidanan Melalui Transformasi Digital
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Para barista sibuk melayani pesanan kopi dari pengunjung Museum Jogja Kembali dalam acara Ngopi di Museum yang digelar di museum tersebut, Minggu (17/11/2019)./Rofik Syarif G.P
Harianjogja.com, SLEMAN—Banyak cara dalam menggaet animo masyarakat untuk berkunjung ke museum, salah satunya adalah seperti yang dilakukan oleh Klinik Kopi dan Cornellia & Co. di Museum Jogja Kembali, Sleman, Minggu (17/11/2019). Dalam acara bertajuk Ngopi di Museum, mereka berharap bisa ikut mempromosikan keberadaan museum kepada masyarakat luas.
Director & Founder Cornellia & Co. Ayu Cornellia mengatakan Ngopi Di Museum tahun ini sudah memasuki gelaran yang keenam kalinya. Acara itu, diakui dia merupakan salah satu strategi kreatif pemasaran supaya museum dapat dikunjungi oleh masyarakat di Jogja pada umumnya.
Selain tentu saja juga untuk mengenalkan kopi Nusantara ke masyarakat yang berkunjung ke museum. “Saat ini museum belum jadi destinasi utama bagi nwisatawan. Oleh karena itu, kami ikut membantu untuk meramaikan dan mempromosikan museum dengan acara ini,” ujar Ayu saat ditemui di Museum Monumen Jogja Kembali, Minggu.
Pemilihan kopi sebagai ajang promosi, kata dia, lantaran kopi lebih memiliki variasi yang lebih banyak. Terlebih kopi kini sudah jadi gaya hidup masyarakat, tak terkecuali di Jogja. “Bisa dilihat hampir di setiap sudut Jogja pasti ada coffe shop baik itu besar maupun kecil. Ini artinya kopi adalah pilihan terbaik ketikan melakukan pertemuan atau sedang menongkrong bersama teman,” ucap Ayu.
Setelah event ini digelar, dia berharap pengelola museum memiliki pola yang khas dalam menyelenggarakan sebuah event promosi untuk museum. Dengan begitu nama museum akan kian dikenal masyarakat. “Kami berharap museum bisa jadi salah satu pilihan berkunjung wisatawan,” ucap dia.
Salah satu pengunjung Museum Monumen Jogja Kembali, Andika mengatakan acara Ngopi Di Museum terbilang unik dan menarik. “Karena selain mengenalkan jenis-jenis kopi di Indonesia pengunjung sekaligus bisa berkeliling untuk melihat dan belajar di museum [Monumen Jogja Kembali],” ujar Andika.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Norwegia yang lebih segar berkat rotasi pemain siap menghadapi Pantai Gading pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Prediksi skor 2-1.
Kemhan menghentikan latsarmil SPPI dan menggantinya dengan pembekalan bela negara serta manajerial usai lima peserta meninggal.
Rentetan kecelakaan di MotoGP Assen memicu kritik pembalap soal keselamatan dan desain run-off sirkuit yang dinilai berbahaya.
Pemkab Gunungkidul masih menunggu kepastian kuota transmigrasi 2026 dari pemerintah pusat untuk 15 keluarga calon transmigran.
Awkarin diperiksa Polda Metro Jaya sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan agen perjalanan umrah Hanania Group.