Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Kasi Promosi dan Kemitraan Disdag Bantul, Kun Ernawati (depan, keenam dari kiri) berfoto bersama rombongan dari PD. Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Jawa Barat di Pasar Imogiri Bantul, Kamis (14/11/2019)./Istimewa-Disdag Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Sebagai satu-satunya pasar ber-Standar Nasional Indonesia (SNI), Pasar Imogiri jadi daya tarik para pengelola pasar dari berbagai daerah untuk belajar soal pengelolaan pasar tradisional.
Kasi Promosi dan Kemitraan, Bidang Pengembangan Pasar Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul, Kun Ernawati mengatakan dalam tahun ini tercatat sejumlah pemerintah daerah berkunjung ke Pasar Imogiri, di antaranya Pemkab Pekalongan, Jawa Tengah; Pemkot Palembang, Sumatra Selatan; Pemkot Tabalong, Kalimantan Selatan; lurah pasar se-Kota Denpasar, Bali; Pemkab Kutai Timur, Kalimantan Timur; serta Pemkot Timika, Papua.
Pada 14 November lalu sebanyak 60 orang rombongan dari Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, juga berkunjung ke Pasar Imogiri. Sekitar 2,5 jam rombongan mengunjungi pasar dan berbincang-bincang dengan pedagang, paguyuban pedagang, dan Dinas Perdagangan. “Mereka sangat tertarik dengan pengelolaan pasar Imogiri yang bersih dan harmonisasi hubungan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia [APPSI] dengan pengelola pasar,” kata Kun Ernawati kepada Harianjogja.com, Selasa (19/11/2019).
Harmonisnya hubungan APPSI Pasar Imogiri dengan pengelola pasar dan Pemerintah Kabupaten Bantul sejauh ini menjadi kekuatan dalam pengembangan di pasar tersebut hingga meraih SNI. Saat ini pasar tersebut juga menjadi percontohan pasar pasar rakyat dalam penerapan retribusi nontunai atau e-retribusi.
Lurah Pasar Imogiri Suharsono menambahkan PD Tohaga Bogor berencana mengajukan sertifikat SNI dua pasar dari total 32 pasar pada 2020 mendatang. Sebelum mengajukan mereka mencari data dan informasi sebanyak-banyaknya, salah satunya ke Pasar Imogiri. “Kedatangan mereka untuk menanyakan soal itu, persiapan menuju SNI dan syarat-syaratnya,” kata dia.
Dia mengatakan persiapan menuju SNI yang diperoleh Pasar Imogiri dimulai sejak 2017 lalu mulai dari persiapan dokumen hingga penyiapan lapangan. Proses penyiapan tersebut juga mendapat pendampingan dari Kementerian Perdagangan. Pasar Imogiri merupakan pasar SNI kategori satu yang memiliki pedagang lebih dari 700 pedagang.
Total pedagang di Pasar Imogiri sekitar 1.400 orang. Selain itu, yang paling penting, kata Suharsono adalah edukasi pedagang, karena pedagang yang memiliki peran utama dalam pengelolaan pasar jika ingin pengunjung atau pembeli nyaman. “Paling penting adalah sinergi pengelola dan pedagang menjadi kunci,” kata Suharsono.
Suharsono mengatakan saat ini Pasar Imogiri juga menjadi penyangga bagi pasar-pasar lainnya. Artinya banyak pedagang dari pasar lain yang belanja kulakan ke Pasar Imogiri untk dijual lagi di beberapa pasar, bahkan ada pedagang dari luar Bantul yang kulakannya di Pasar Imogiri mulai dari barang pabrikan hingga sayuran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Pemkot Jogja belum menerima informasi perubahan pengawasan SPPG setelah BGN memperketat sanksi kasus keracunan MBG dan menetapkannya sebagai kejadian fatal.
Maroon 5 dipastikan kembali konser di Jakarta pada 5 Februari 2027 di JIS. Simak jadwal Asia Tour 2027 dan informasi terbarunya.
Global Finance merilis daftar negara termiskin di dunia 2026. Burundi, Sudan Selatan, hingga Yaman masih bergelut dengan kemiskinan ekstrem.
Dukcapil mengungkap tren nama unik warga Indonesia, mulai dari Naruto, Taylor Swift, hingga nama pahlawan nasional. Nama-nama tradisional juga mulai tergeser ol
Pendapatan retribusi Pantai Parangtritis dan Depok mencapai Rp2,4 miliar pada Juli 2026. Pemkal Parangtritis mengevaluasi layanan dan optimistis target PAD wisa