Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Kasi Promosi dan Kemitraan Disdag Bantul, Kun Ernawati (depan, keenam dari kiri) berfoto bersama rombongan dari PD. Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Jawa Barat di Pasar Imogiri Bantul, Kamis (14/11/2019)./Istimewa-Disdag Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Sebagai satu-satunya pasar ber-Standar Nasional Indonesia (SNI), Pasar Imogiri jadi daya tarik para pengelola pasar dari berbagai daerah untuk belajar soal pengelolaan pasar tradisional.
Kasi Promosi dan Kemitraan, Bidang Pengembangan Pasar Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul, Kun Ernawati mengatakan dalam tahun ini tercatat sejumlah pemerintah daerah berkunjung ke Pasar Imogiri, di antaranya Pemkab Pekalongan, Jawa Tengah; Pemkot Palembang, Sumatra Selatan; Pemkot Tabalong, Kalimantan Selatan; lurah pasar se-Kota Denpasar, Bali; Pemkab Kutai Timur, Kalimantan Timur; serta Pemkot Timika, Papua.
Pada 14 November lalu sebanyak 60 orang rombongan dari Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, juga berkunjung ke Pasar Imogiri. Sekitar 2,5 jam rombongan mengunjungi pasar dan berbincang-bincang dengan pedagang, paguyuban pedagang, dan Dinas Perdagangan. “Mereka sangat tertarik dengan pengelolaan pasar Imogiri yang bersih dan harmonisasi hubungan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia [APPSI] dengan pengelola pasar,” kata Kun Ernawati kepada Harianjogja.com, Selasa (19/11/2019).
Harmonisnya hubungan APPSI Pasar Imogiri dengan pengelola pasar dan Pemerintah Kabupaten Bantul sejauh ini menjadi kekuatan dalam pengembangan di pasar tersebut hingga meraih SNI. Saat ini pasar tersebut juga menjadi percontohan pasar pasar rakyat dalam penerapan retribusi nontunai atau e-retribusi.
Lurah Pasar Imogiri Suharsono menambahkan PD Tohaga Bogor berencana mengajukan sertifikat SNI dua pasar dari total 32 pasar pada 2020 mendatang. Sebelum mengajukan mereka mencari data dan informasi sebanyak-banyaknya, salah satunya ke Pasar Imogiri. “Kedatangan mereka untuk menanyakan soal itu, persiapan menuju SNI dan syarat-syaratnya,” kata dia.
Dia mengatakan persiapan menuju SNI yang diperoleh Pasar Imogiri dimulai sejak 2017 lalu mulai dari persiapan dokumen hingga penyiapan lapangan. Proses penyiapan tersebut juga mendapat pendampingan dari Kementerian Perdagangan. Pasar Imogiri merupakan pasar SNI kategori satu yang memiliki pedagang lebih dari 700 pedagang.
Total pedagang di Pasar Imogiri sekitar 1.400 orang. Selain itu, yang paling penting, kata Suharsono adalah edukasi pedagang, karena pedagang yang memiliki peran utama dalam pengelolaan pasar jika ingin pengunjung atau pembeli nyaman. “Paling penting adalah sinergi pengelola dan pedagang menjadi kunci,” kata Suharsono.
Suharsono mengatakan saat ini Pasar Imogiri juga menjadi penyangga bagi pasar-pasar lainnya. Artinya banyak pedagang dari pasar lain yang belanja kulakan ke Pasar Imogiri untk dijual lagi di beberapa pasar, bahkan ada pedagang dari luar Bantul yang kulakannya di Pasar Imogiri mulai dari barang pabrikan hingga sayuran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Presiden Prabowo segera menetapkan Jampidsus definitif setelah usulan nama calon pejabat memasuki tahap akhir pembahasan di TPA.
David Alonso dipastikan naik ke MotoGP bersama Honda mulai musim 2027 setelah menandatangani kontrak berdurasi beberapa tahun dengan HRC.
Presiden Prabowo akan melantik sekitar 1.500 calon perwira remaja TNI dan Polri di Istana Merdeka pada Rabu pagi.
Pemkot Jogja menargetkan seluruh SMP dan MTs menerapkan Program Sekolah Siaga Kependudukan untuk mencegah pernikahan usia anak.