Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Kasi Promosi dan Kemitraan Disdag Bantul, Kun Ernawati (depan, keenam dari kiri) berfoto bersama rombongan dari PD. Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Jawa Barat di Pasar Imogiri Bantul, Kamis (14/11/2019)./Istimewa-Disdag Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Sebagai satu-satunya pasar ber-Standar Nasional Indonesia (SNI), Pasar Imogiri jadi daya tarik para pengelola pasar dari berbagai daerah untuk belajar soal pengelolaan pasar tradisional.
Kasi Promosi dan Kemitraan, Bidang Pengembangan Pasar Dinas Perdagangan (Disdag) Bantul, Kun Ernawati mengatakan dalam tahun ini tercatat sejumlah pemerintah daerah berkunjung ke Pasar Imogiri, di antaranya Pemkab Pekalongan, Jawa Tengah; Pemkot Palembang, Sumatra Selatan; Pemkot Tabalong, Kalimantan Selatan; lurah pasar se-Kota Denpasar, Bali; Pemkab Kutai Timur, Kalimantan Timur; serta Pemkot Timika, Papua.
Pada 14 November lalu sebanyak 60 orang rombongan dari Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tohaga Kabupaten Bogor, Jawa Barat, juga berkunjung ke Pasar Imogiri. Sekitar 2,5 jam rombongan mengunjungi pasar dan berbincang-bincang dengan pedagang, paguyuban pedagang, dan Dinas Perdagangan. “Mereka sangat tertarik dengan pengelolaan pasar Imogiri yang bersih dan harmonisasi hubungan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia [APPSI] dengan pengelola pasar,” kata Kun Ernawati kepada Harianjogja.com, Selasa (19/11/2019).
Harmonisnya hubungan APPSI Pasar Imogiri dengan pengelola pasar dan Pemerintah Kabupaten Bantul sejauh ini menjadi kekuatan dalam pengembangan di pasar tersebut hingga meraih SNI. Saat ini pasar tersebut juga menjadi percontohan pasar pasar rakyat dalam penerapan retribusi nontunai atau e-retribusi.
Lurah Pasar Imogiri Suharsono menambahkan PD Tohaga Bogor berencana mengajukan sertifikat SNI dua pasar dari total 32 pasar pada 2020 mendatang. Sebelum mengajukan mereka mencari data dan informasi sebanyak-banyaknya, salah satunya ke Pasar Imogiri. “Kedatangan mereka untuk menanyakan soal itu, persiapan menuju SNI dan syarat-syaratnya,” kata dia.
Dia mengatakan persiapan menuju SNI yang diperoleh Pasar Imogiri dimulai sejak 2017 lalu mulai dari persiapan dokumen hingga penyiapan lapangan. Proses penyiapan tersebut juga mendapat pendampingan dari Kementerian Perdagangan. Pasar Imogiri merupakan pasar SNI kategori satu yang memiliki pedagang lebih dari 700 pedagang.
Total pedagang di Pasar Imogiri sekitar 1.400 orang. Selain itu, yang paling penting, kata Suharsono adalah edukasi pedagang, karena pedagang yang memiliki peran utama dalam pengelolaan pasar jika ingin pengunjung atau pembeli nyaman. “Paling penting adalah sinergi pengelola dan pedagang menjadi kunci,” kata Suharsono.
Suharsono mengatakan saat ini Pasar Imogiri juga menjadi penyangga bagi pasar-pasar lainnya. Artinya banyak pedagang dari pasar lain yang belanja kulakan ke Pasar Imogiri untk dijual lagi di beberapa pasar, bahkan ada pedagang dari luar Bantul yang kulakannya di Pasar Imogiri mulai dari barang pabrikan hingga sayuran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Manajer PSS Sleman Agus Purwoko menilai training ground penting untuk meningkatkan kualitas dan prestasi Super Elja. Ini perkembangannya.
Rusia memanggil Dubes Jepang Akira Muto setelah Putin mengunjungi Etorofu. Sengketa Kepulauan Kuril kembali memanas.
Vaksin HPV kini menyasar siswa laki-laki kelas 5 SD di Sleman dalam BIAS 2026. Total 16.291 siswa menjadi sasaran imunisasi.
Eks Menag Yaqut minta dibebaskan dari dakwaan korupsi kuota haji 2023-2024. Tim hukum menilai dakwaan jaksa kabur
Pesawat tempur Dassault Rafale ikut manuver 81 pesawat pada HUT Ke-81 RI. Simak spesifikasi, performa, mesin, dan persenjataannya.