Hari Pertama Pimpin BGN, Sudaryono Minta Tinggalkan Persoalan Hukum
Sudaryono meminta jajaran BGN fokus membenahi tata kelola MBG dan tidak larut dalam persoalan hukum yang tengah diproses aparat.
Diskusi bertajuk Kegiatan Literasi Pencegahan Terorisme dan Radikalisme yang digelar Diskominfo DIY di Pendopo Soto Seneng, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja, Selasa (19/11/2019)./Dyah Febriyani
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi digunakan para teroris untuk menyebarkan paham terorisme, radikalisme dan intoleransi kepada masyarakat. Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) DIY, Rony Primanto Hari, mengatakan kemampuan media sosial (medsos) dalam menyebarkan informasi sangat cepat dan masif.
"Dari data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia [APJII], manusia setiap harinya menggunakan gawai selama delapan jam 36 menit, tiga jam di antaranya digunakan untuk bermedia sosial," kata Rony dalam Kegiatan Literasi Pencegahan Terorisme dan Radikalisme di Pendopo Soto Seneng, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja, Selasa (19/11/2019).
Menurut dia, dalam medsos masyarakat disajikan informasi berupa teks, gambar, dan video. Informasi bentuk teks, kata Rony, menjadi bentuk penyebaran informasi dengan tingkat manipulasi yang mudah, sedangkan gambar bisa dimanipulasi dan banyak digunakan untuk penyebaran informasi yang menyesatkan.
“Oleh karena itu Diskominfo DIY turut berupaya mencegah paham terorisme dan radikalisme dengan memberikan literasi kepada masyarakat mengenai tata cara dalam bermedia sosial yang benar agar masyarakat paham tentang penyebaran paham ini,” kata Rony. Dia mengimbau masyarakat untuk mengecek kembali kebenaran informasi yang didapat dari medsos. Hal ini dapat dilakukan dengan mengakses situs yang menyuarakan gerakan antihoaks.
Mantan teroris asal Prambanan, Sleman, Salman Alfaluti, 31, mengaku terpapar paham terorisme melalui perekrutan secara langsung. Saat ini, para teroris punya cara baru untuk menyebarkan paham melaui medsos. "Misalnya melalui grup WhatsApp menyuarakan ujaran kebencian dan memberikan doktrin yang salah serta memprovokasi untuk melawan negara dan aparatur," katanya.
Menurut dia, sasaran utama pengiat teror adalah seseorang yang memiliki semangat jihad yang kuat namun ilmunya masih dangkal.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengatakan dalam pencegahan paham terorisme, radikalisme, dan intoleransi perlu adanya upaya menghidupkan kearifan lokal seperti tata srawung, di mana masyarakat diimbau untuk lebih mengenal tetangganya. Koordinasi antarlembaga di kampung seperti karang taruna, Babinsa, RT dan RW perlu ditingkatkan untuk menghilangkan paham intoleran di masyarakat. "Hidup berbeda itu indah, Bhineka Tunggal Ika harus kita syukuri," kata Eko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sudaryono meminta jajaran BGN fokus membenahi tata kelola MBG dan tidak larut dalam persoalan hukum yang tengah diproses aparat.
DPKP DIY menyiapkan strategi menghadapi musim kemarau, mulai dari varietas padi tahan kekeringan hingga optimalisasi irigasi dan pompa air.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.