Pemerintah Optimistis Proyek Tol Solo-Jogja-Bawen Tak Perlu Investor Asing

Ilustrasi jalan tol - JIBI/Bisnis.com/M. Ferri Setiawan
20 November 2019 21:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Jogja-Bawen dan Jogja-Solo, Wijayanto, mengatakan pemerintah optimistis pembangunan tol yang diperkirakan menelan dana Rp25 triliun itu cukup memakai pembiayaan dana dari dalam negeri, tanpa harus mengundang investor asing.

“BUMN kita sudah mampu, jadi sudah cukup,” ujar Wijayanto setelah sosialisasi di aula Sekretariat Daerah Sleman, Senin (18/11).

Tahap pembebasan lahan di wilayah terdampak tol sendiri ditargetkan selesai pada 2020. “Pengadaan tanah diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp5 triliun.”

Sementara, pengerjaan konstruksi jalan tol yang melintasi wilayah DIY akan dimulai 2021 sampai dengan 2024.

PT Adhi Karya (Persero) sebagai kontraktor pemrakarsa proyek pembangunan jalan bebas hambatan itu masih menunggu proses lelang.

Tim dari Badan Pertanahan Negara (BPN) akan mengukur luas bidang yang terkena proyek ini. Setelah itu. Tim penaksir akan menginventarisasi luas, bentuk bangunan, dan jumlah tanaman sebagai dasar pemberian ganti rugi.

Masyarakat diharapkan ikut mendampingi tim appraisal kala menaksir lahan atau rumah terdampak.

“Jelaskan sampai sedetail-detailnya kondisi bangunan semisal reng terbuat dari kayu jenis apa, dan lokasi sumur di mana, karena terkadang di wilayah perkotaan sumur dibuat tertutup. Kalau tim tidak diberi tahu, tidak dicatat,” ujarnya.

Jika tidak ada keberatan dari warga, ganti rugi akan dibayarkan dalam jangka waktu 14 hari dan  tergantung kelengkapan dokumen.

Sebelumnya, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun mengatakan sosialisasi sangat penting untuk memberikan pengetahuan yang utuh terhadap proyek tol Solo-Jogja-Bawen.

“Sehingga mereka juga diharapkan turut mendukung pelaksanaan proyek.”