Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026, Tarif Tetap Rp8.000
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Anggota DPD RI GKR Hemas (tengah) kegiatan Sosialisasi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika di DPD RI Perwakilan DIY, Kamis (21/11/2019). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhir-akhir ini sering diterpa isu intoleransi dan dianggap sebagai daerah yang tidak melindungi keberagaman karena beberapa kasus.
Anggota DPD RI Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempertahankan Jogja sebagai kota yang toleran.
GKR Hemas mengatakan Jogja sebenarnya selalu identik dengan daerah yang menyuburkan keharmonisan. Masyarakatnya guyub rukun, menghargai perbedaan dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Namun sayangnya kerap diterpa sejumlah isu intoleransi. Oleh karena itu ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mempertahankan Jogja sebagai kota yang toleran dengan nilai pancasila yang tumbuh di dalamnya.
“Ini harus dipupuk oleh semua elemen agar seluruh masyarakat yang tinggal dan datang di Jogja merasa aman dan nyaman. Jogja tetap toleran, masyarakatnya sangat mencintai keberagaman,” katanya dalam kegiatan Sosialisasi Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika di DPD RI Perwakilan DIY, Kamis (21/11/2019).
Kegiatan ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat terutama kalangan pemuda milenial, Forum Kusumanegara serta sejumlah praktisi serta perwakilan Pemda DIY yang menangani keistimewaan DIY.
Hemas mengingatkan, Indonesia didirikan dari daerah dan kerajaan yang menyatakan diri penuh kerelaan dan komitmen membentuk sebuah negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Meskipun daerah dan kerajaan tersebut memiliki perbedaan baik suku, bahasa, agama dan budaya, namun dapat disatukan dalam rumah besar NKRI.
Seperti halnya Kraton Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman merupakan satu-satunya kerajaan di Nusantara yang tidak berada di bawah kolonial Belanda sebelum terbentuknya NKRI. Yogyakarta menjadi wilayah pertama menyatakan diri bergabung ke NKRI melalui maklumat 5 September 1945. Komitmen itu berdampak besar dan strategis karena menjadi penguat bagi daerah lain untuk mengikuti jejak Jogja untuk bergabung ke NKRI.
“Dalam sejarahnya masyarakat Yogyakarta memiliki nilai-nilai luhur tinggi, menghargai perbedaan. Nilai-nilai moral yang terkandung dalam Pancasila telah tumbuh tersemai dan menjadi kesehariannya,” katanya.
Keistimewaan DIY yang merupakan refleksi filosofis dari Kasultanan dan Kadipaten, di mana sejak dahulu masyarakatnya selalu menjunjung tinggi kebhinnekaan seperti tertuang dalam pancasila. Status istimewa bagi DIY merupakan bagian integral dalam sejarah pendirian Indonesia.
Pani Radya Pati DIY Beny Suharsono menyampaikan terkait sejumlah urusan keistimewaan di DIY sesuai dengan UU No.13/2012 tentang keistimewaan DIY, seperti urusan kelembagaan, tata ruang, pertanahan dan kebudayaan. “Sehingga untuk DIY ada beberapa lembaga yang khusus menangani ini [keistimewaan],” ujar pejabat yang menangani keistimewaan di lingkungan Pemda DIY ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Bantul memastikan gaji ASN dan PPPK tetap dibayarkan tepat waktu. Kebutuhan anggaran mencapai Rp40 miliar-Rp41 miliar setiap bulan.
Aldila Sutjiadi dan Erin Routliffe melaju ke final DC Open 2026 usai menang 6-1, 6-1 atas pasangan China di semifinal.
Program transmigrasi Sleman 2026 membuka dua kuota ke Poso dan Polewali Mandar dengan potensi pertanian, kakao, dan kopi.
Ibu-ibu PKK Kragon II di Kulonprogo memanfaatkan galon bekas menjadi media tanam hingga meraih predikat terbaik Program Ketapangmas DIY.
John Herdman puas Timnas Indonesia menang 3-0 atas Timor Leste di Piala AFF 2026 dan meminta tim tetap fokus menghadapi Vietnam.