Kasus DBD Terbanyak di Gunungkidul Ada di Ponjong, Capai 64 Kasus
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
Seorang warga menunjukkan batu yang diduga menhir dan bergambar wayang yang ditemukan di salah satu lahan di Dusun Sawahan II, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kamis (21/11/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Dusun Sawahan II, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, dikejutkan dengan adanya penemuan batu yang diduga sebagai benda purbakala. Batu berbentuk tugu batu atau menhir itu memiliki panjang 1,5 meter dan satu batu lainnya memiliki gambar tokoh pewayangan.
Temuan pertama adalah batu bergambar wayang pada Sabtu (16/11/2019) di lahan milik Perhutani, sedangkan batu kedua berbentuk menhir ditemukan Ngadiono saat membersihkan lahan pertanian untuk menanam jagung.
Salah seorang warga Dusun Sawahan II, Edi Pramono, mengatakan kedua batu yang ditemukan sudah diamankan warga. Hal ini dilakukan untuk menghindari ulah usil orang tak bertanggungjawab. “Sudah diletakkan di lahan Murklampok,” katanya kepada wartawan, Kamis (21/11/2019).
Menurut dia, untuk penemuan menhir pemilik lahan tidak mengira apabila temuan itu termasuk benda purbakala. Bahkan, batu besar ini sempat dipindahkan beberapa kali. “Niatnya menggarap lahan untuk menanam jagung. Jadi saat menemukan batu besar langsung dipindahkan,” ujarnya.
Warga Dusun Sawahan II lainnya, Darto, menambahkan wilayah Bleberan termasuk lokasi yang sering ditemukan benda purbakala. Untuk lokasi penemuan batu bergambar wayang, dulu pernah ditemukan batu yang berlukiskan wayang punakawan dalam kondisi terpotong. “Informasinya masih ada batu yang bergambar garuda, tapi kondisinya masih terkubur,” katanya.
Kepala Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Agus Mantara, mengatakan jajarannya sudah mendapatkan informasi penemuan batu bergambar tokoh wayang dan batu yang diduga menhir. Meski demikian, untuk kepastian butuh penelitian sehingga belum bisa menyimpulkan apakah batu-batu itu masuk dalam warisan cagar budaya. “Ada tim dari Balai Pelestarian Cagar Budaya [BPCB] DIY yang siap meneliti. Yang jelas di Gunungkidul potensi benda purbaakala yang dimiliki sangat besar, jadi apabila ada temuan menhir bisa menambah artefak yang lebih dulu ditemukan,” katanya.
Menurut dia, selain situs purbakala di Bleberan, di Gunungkidul banyak ditemukan situs lain yang memiliki nilai khasanah sejarah tinggi. Beberapa lokasi ini seperti Gua Braholo di Kecamatan Rongkop dan Situs Sokoliman di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo. “Untuk pengenalan situs-situs bersejarah kami rutin menggelar kunjungan situs yang melibatkan pelajar dan masyarakat umum,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus DBD Gunungkidul mencapai 216 hingga September 2026. Ponjong menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 64 kasus.
MK memutus 20 permohonan uji materi UU siang ini, termasuk perkara UU Polri, Kesehatan, Perlindungan Konsumen, dan KUHP Nasional.
RI Peduli mewujudkan mimpi Mahesa, siswa SD Barunawati Semarang, memiliki sepeda untuk memudahkan perjalanan ke sekolah dan mengejar cita-cita
I Made Pajar Ariyana lolos final shortboard putra Asian Games 2026 setelah mengalahkan Jayuard Alciso dari Filipina.
Bregodo Suryatmojo turut menjadi etalase budaya sekaligus pintu promosi potensi kampung wisata di wilayah asalnya saat bertugas di kawasan Malioboro, Minggu (2
BMKG mencatat rekor 123 hari tanpa hujan di Sumberklampok, Buleleng, Bali, di tengah musim kering yang dipengaruhi El Nino.