Anggaran Jadup untuk Lansia Dicoret di Detik Akhir Pengsahan RAPBD 2020

Ilustrasi lansia - JIBI
22 November 2019 20:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul sempat mengalokasikan anggaran Rp13 miliar untuk jatah hidup (jadup) lansia dengan memberikan makanan selama dua bulan di 2020. Namun di detik-detik akhir pembahasan RAPBD 2020 program ini dicoret dan alokasi anggaran digunakan untuk sektor lain. Salah satunya menutupi belanja infrastruktur sebesar 25% dari belanja APBD.

Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan pada finalisasi RAPBD 2020, Dewan bersama-sama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sepakat untuk mencoret program pemberian makan bagi lansia. Hal ini dinilai program belum masuk skala prioritas karena upaya pengentasan kemiskinan bisa dilakukan dengan program pemberdayaan yang lebih produktif. "Program ini sempat muncul, tapi akhirnya kami sepakat untuk mencoretnya," kata Endah, Jumat (22/11/2019).

Menurut dia, untuk jadup lansia alokasi anggaran yang disediakan mencapai Rp13 miliar. Namun dengan adanya pencoretan program maka pagu anggaran dialokasikan ke sektor lain.

Endah menuturkan, dalam penyusunan RAPBD ada plafon urusan wajib yang harus terpenuhi. Sebagai contoh, untuk urusan pendidikan, Pemkab harus mengalokasikan anggaran 20%, kesehatan 10% dan infrastruktur daerah sebesar 25%. "Untuk jadup lansia yang dicoret, anggaran banyak dipindah untuk menutupi kegiatan infrastruktur sebesar 25 persen," katanya.

Menurut dia, beberapa program tersebut di antaranya untuk rehabilitasi gedung sekolah. Selain itu, alokasi juga digunakan untuk sosialisasi kebangsaan, penganggulangan bunuh diri dan program paskibra di setiap kecamatan.

Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul, Demas Kursiswanto, mengatakan setelah melalui proses pembahasan yang panjang akhirnya syarat minimal anggaran 25% untuk infrastruktur telah terpenuhi. Pemenuhan ini tidak lepas adanya efisiensi program yang direncanakan Pemkab. "Awalnya belum terpenuhi, tapi setelah dilakukan pencermatan anggaran infrastruktur bisa sesuai aturan dari Pemerintah Pusat," katanya.

Menurut Demas, beberapa program infrastruktur yang dijalankan adalah percepatan akses menuju objek wisata. "Salah satunya melanjutkan pembangunan jalan Kepek-Ngobaran. Jalur baru ini direncanakan selesai tahun depan," katanya.

Kepala Bappeda Gunungkidul, Sri Suhartanta, mengatakan program pemberian makan untuk lansia dilakukan salah satunya untuk mengurangi tingkat kemiskinan di Gunungkidul. Namun saat program dicoret ia mengaku tidak mempermasalahkan karena program yang lain masih berlanjut. "Program kemiskinan tetap jalan seperti pemberian akses kesehatan hingga adanya program pemberdayaan masyarakat," katanya.