Harga Cabai Merah Keriting Anjlok, Hanya Rp9.000 di Petani

Sejumlah petani tengah memetik tanama cabai merah keriting di lahan persawahan Desa Pleret, Kecamatan Panjatan, Senin (25/11/2019). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
26 November 2019 05:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Harga komoditas cabai merah keriting di tingkat petani di Kulonprogo anjlok dari Rp18.000 per Kg, menjadi Rp9.000-Rp12.000 per Kg. Kondisi ini membuat petani khawatir. Harga itu akan membuat mereka merugi.

"Minggu lalu pas masih Rp18.000 per Kg kami bisa tenang karena bisa balik modal dan dapat untung, tapi kalau sekarang ya susah," ujar seorang petani bernama Sukiyah, 50, saat ditemui di lahan persawahan di Desa Pleret, Kecamatan Panjatan, Senin (25/11/2019).

Penurunan harga, kata Sukiyah terjadi sejak dua hari terakhir. Dia kurang tahu penyebab anjloknya harga tersebut. Sukiyah hanya berharap, harga bisa berangsur normal seperti pekan lalu.

Dijelaskannya, petani bisa balik modal jika harga cabai berada di kisaran Rp10.000 per Kg. Di atas harga itu, seperti pada minggu lalu yang mampu tembus di kisaran Rp16.000-18.000/Kg, petani tidak hanya balik modal, tapi juga memperoleh untung. Sebaliknya, jika harga di bawah Rp10.000, mereka bakal merugi.

Selain di Desa Pleret, penurunan harga cabai merah keriting juga terjadi di Desa Bugel, Kecamatan Panjatan. Menurut Ketua Kelompok Tani ‘Kisik Pranaji’ Bugel, Sukarman, penurunan harga disebabkan karena panenan cabai khususnya di sawah irigasi teknis golongan 2 di tempatnya dilakukan secara bersamaan.

Di samping itu mulai masuknya masa tanam (MT) pertama padi, membuat petani mempercepat panen tanaman cabai yang masih produktif, sehingga hasil panenan komoditas ini melimpah yang berakibat pada penurunan harga.