Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Pedagang cabai rawit merah. - Foto ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, Tim Pengendali Inflasi Daerah menggelar pemantauan bahan pokok di sejumlah pasar. Di Pasar Piyungan dan Pasar Lelang Cabai Piyungan, terpantau komoditas cabai mengalami lonjakan harga cukup tinggi.
Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY, Eling Priswanto, menjelaskan dari hasil pantauan TPID di Pasar Piyungan, diketahui harga cabai rawit merah mencapai Rp63.000 per kg, sedangkan cabai keriting merah harganya Rp55.000 per kg.
“Untuk harga bawang merah berkisar Rp45.000-Rp48.000 per kg, naik dari sebelumnya Rp30.000 per kg. Sementara harga terkini bawang putih mencapai Rp40.000 per kg,” ujarnya dalam keteranan tertulis, Rabu (3/12/2024).
Harga sayuran pun terpantau mengalami kenaikan. Wortel misalnya, naik dari Rp12.000 per kg menjadi Rp16.000 per kg. Tomat buah saat ini mencapai Rp13.000 per kg, sedankan untuk tomat biasa harganya Rp10.000 per kg. Kemudian telur dan daging ayam mengalami sedikit kenaikan. masing-masing Rp 28.000 dan Rp37.000 per kg.
“Harga naik jelang hari besar itu wajar. Tapi tentu kami bersama unsur lain di TPID DIY berharap kenaikannya masih terkendali. Dan pantauan kami, yang naik cukup banyak ada cabai merah, baik yang rawit maupun keriting,” ungkapnya.
Harga komoditas pangan yang terus bisa dikendalikan dan stok yang selalu tersedia tentu penting bagi masyarakat sebagai konsumen. Belum lagi dari pihak pemerintah juga masih memiliki tanggung jawab untuk memenuhi permintaan bahan pangan terkait MBG.
“Kita lihat, cuaca juga akhir-akhir ini kurang bersahabat, sehingga beberapa wilayah Indonesia mengalami bencana alam. Tentu sedikit banyak hal ini akan mempengaruhi stok dan harga bahan pangan. Tapi semoga DIY tetap aman ke depannya,” imbuhnya.
Wawan berharap kabupaten/kota dapat memperkuat kerja sama antar daerah atau mencari pemasok bahan pangan lain dari yang biasanya, sebagai upaya antisipasi kurangnya stok bahan pangan. “Jangan sampai kita saling berebut, sehingga terjadi perang harga. Kita berharap semoga hal itu tidak terjadi di DIY,” katanya.
Pemantauan harga dan stok komoditas pangan jelang HBKN merupakan kegiatan rutin TPID DIY. Pantauan langsung ini bertujuan untuk mengetahui secara pasti kondisi di lapangan, dengan harapan stok aman dan kenaikan harga dalam batas wajar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
KPK menyita uang rupiah, dolar AS, dolar Singapura dan perhiasan saat menggeledah Kanwil BPN Jatim dalam kasus mafia tanah dugaan korupsi ATR/BPN.
Kemensos mendorong transformasi Puskesos Sleman menjadi pusat layanan dan pemberdayaan sosial. Sumberejo dipilih sebagai lokasi percontohan.
Pemerintah menyiapkan SPP TDLN untuk memungut PPN transaksi digital luar negeri. Sistem tersebut kini memasuki tahap akhir sebelum beroperasi.
KPK menduga sejumlah Kantah di Jatim menyetor uang ke oknum Kanwil BPN Jatim setelah penyidik menemukan uang ratusan juta rupiah.
Blue fire muncul di Kawah Gunung Papandayan. Badan Geologi turun ke lapangan dan mengimbau warga tak beraktivitas dalam radius 500 meter.